Kebakaran Real Madrid dari Atas Sampai Bawah, Mbappe Terbuka Kritik Tim Sendiri
Kondisi Real Madrid saat ini sedang dilanda berbagai kejadian yang menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak menjelang berakhirnya musim ini.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Presiden Real Madrid itu memutuskan untuk mengadakan pemilihan umum tiga tahun lebih cepat dari periode yang seharusnya.
Sebenarnya, hal tersebut tak menyulut banyak potensi pertikaian lantaran pemilihan akan dilakukan dengan syarat yang terbuka.
Hal yang membuat gaduh dari Perez adalah soal tudingannya kepada beberapa media Spanyol.
Ia menuding ada kampanye sistematis yang sengaja ingin menciptakan kesan bahwa Real Madrid sedang berada dalam kekacauan.
Florentino bahkan menegaskan dirinya tidak akan mundur dari kursi presiden dan siap kembali maju dalam pemilihan presiden klub berikutnya.
"Saya tidak akan mengundurkan diri. Mereka harus menembak saya kalau ingin saya pergi," kata Florentino Perez.
Selain membahas isu internal klub, Florentino juga menyinggung dugaan kampanye anti-Madrid, kasus Negreira yang menyeret Barcelona, hingga kritik terhadap media yang menurutnya terlalu sering membesar-besarkan konflik di dalam klub.
Bagi Florentino, pemberitaan soal pertengkaran Valverde dan Tchouameni hanyalah bagian dari upaya membangun narasi bahwa Real Madrid sedang berada dalam situasi krisis.
Padahal menurutnya, konflik kecil di ruang ganti merupakan hal biasa dalam dunia sepak bola profesional, terutama di klub sebesar Real Madrid yang selalu berada di bawah tekanan untuk menang.
Bagi Real Madrid, mengakhiri musim dengan utuh dan bersatu menjadi target paling realistis yang bisa dicapai.
Mereka nantinya bisa segera memilih waktu yang tepat untuk menekan tombol reset dan memulai bersama pelatih baru yang akan ditunjuk.
(Tribunnews.com/Guruh)