Ada yang Beda dalam Perayaan Juara Ligue 1, PSG Bersuka Cita Sebelum Pertandingan
Paris Saint-Germain (PSG merayakan gelar juara Ligue 1 Prancis dengan cara yang tidak biasa di salah satu sudut Stadion Stade Jean-Bouin, Paris.
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Yang beda dalam perayaan gelar juara Ligue 1 Prancis musim 2025/2026 saat dimenangkan PSG yakni dilakukan sekitar satu jam sebelum pertandingan, Minggu (17/5/2026) di Stadion Stade Jean-Bouin, Paris.
- Prosesi dilakukan secara singkat dan sederhana.
- Setelah perayaan, pemain masuk ke ruang ganti untuk melakukan persiapan, termasuk melakukan pemanasan sebelum pertandingan.
TRIBUNNEWS.COM - Ada yang beda dan tidak biasa terjadi dalam perayaan juara Ligue 1 Prancis.
Pada Minggu (17/5/2026) malam waktu setempat, PSG merayakan keberhasilan juara Ligue 1 Prancis musim 2025/2026 di Stade Jean-Bouin, yang tak lain adalah kandang rival sekota mereka, Paris FC.
Prosesi perayaan gelar juara PSG dilakukan sebelum pertandingan melawan Paris FC yang dijadwalkan pada pukul 20.00 waktu setempat.
Di salah satu sudut stadion rival mereka (tribun suporter lawan), di depan sekitar 1.000 pendukung, PSG mengangkat trofi juara dengan sangat sederhana.
Tidak ada konfeti atau potongan kertas warna-warni yang biasanya disemprotkan saat tim mengangkat piala.
Tidak ada suka cita yang berlebihan, termasuk juga kembang api. Hanya ada sedikit percikan flare dari para pendukung PSG yang berdiri di belakang mereka.
Para pemain juga tidak banyak yang mengangkat trofi karena keterbatasan Waktu.
Setelah trofi diangkat Marquinhos sebagai kapten tim pada kesempatan awal, lalu ada Dembele, Hakimi, Vitinha, Dimitri Lucea, dan Kvaratskhelia yang mengangkat piala.
Setelah itu para pemain PSG foto bersama, dan kembali ke ruang ganti untuk melakukan persiapan pemanasan.
Kenapa perayaan terjadi sebelum pertandingan?
Tuan rumah Paris FC menolak permintaan operator Ligue 1 Prancis, LFP untuk menggelar upacara atau ceremony setelah pertandingan.
Hal itu dikarenakan Paris FC sudah merencanakan perayaan akhir musim sendiri, termasuk penghormatan untuk pemain yang akan pergi dan pertunjukan kembang api.
PSG sempat menawarkan usulan untuk menggelar acara itu di Parc des Princes, yang hanya berjarak ratus meter dari venue pertandingan tersebut, namun ditolak prefektur karena kekhawatiran keamanan terkait kerumunan besar yang berkumpul lewat pukul 11 malam.
Walhasil, perayaan juara Ligue 1 Prancis musim ini yang dimenangkan oleh PSG dilakukan secara sederhana sebelum pertandingan dimulai, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut Jon Boafo, seorang Konsultan pemasaran olahraga, pembicara, mantan pendayung elit, dan segala hal yang berkaitan dengan olahraga di Afrika.
Pada pertandingan itu, PSG menelan kekalahan 2-1 dari tuan rumah Paris FC.