Bos Como 1907 Jelaskan Sulitnya Membawa Pemain Indonesia ke Serie A
Tak sekadar soal kualitas, regulasi Serie A membuat Como harus sangat selektif memilih pemain non-Eropa.
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Meski belum menghadirkan pemain Indonesia ke skuad utama Como, Mirwan menilai kontribusi Indonesia di klub tersebut sebenarnya sudah berjalan melalui berbagai lini lain di luar lapangan.
Ia menyebut terdapat analis asal Bandung yang bekerja di Como, sementara legenda sepak bola Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto juga pernah menjadi bagian staf pelatih klub tersebut.
Selain itu, sejumlah pekerja Indonesia juga terlibat di sektor produksi kreatif dan media sosial klub.
“Kita lebih banyak memberikan kesempatan buat pelatih atau analis. Dari tim sosial media dan produksi juga ada orang Indonesia,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Mirwan, Como memang berkembang bukan sekadar sebagai klub sepak bola biasa. Klub yang sempat bermain di Serie D itu kini menjelma menjadi salah satu proyek sepak bola modern paling menarik di Italia.
Manajemen Como
Mirwan mengungkapkan Como dibangun menggunakan pendekatan berbasis data atau data-driven football management yang terinspirasi konsep Moneyball.
Como bahkan sempat bekerja sama dengan Billy Beane, sosok yang dikenal sebagai pelopor revolusi analisis data olahraga Amerika Serikat dan kisahnya diangkat dalam film Moneyball.
Selain itu, Como juga mempelajari sistem milik Brighton dan Liverpool sebelum akhirnya membangun model sendiri.
“Kita menggunakan sistem data sebagai landasan semua keputusan sepak bola,” kata Mirwan.
Menurut dia, seluruh proses perekrutan pemain di Como dilakukan berlapis, mulai dari analisis data ribuan pemain, pemantauan tim pencari bakat, analisis perilaku, hingga evaluasi finansial.
“Kalau mau cari pemain sayap kanan atau kiri, data bisa melihat 500 sampai 1.000 pemain sangat cepat. Baru disaring lagi,” ujarnya.
Como juga menerapkan konsep “DNA permainan” untuk menentukan profil ideal setiap posisi pemain.
Klub bahkan membuat business plan khusus untuk setiap pemain yang direkrut, termasuk target perkembangan hingga potensi nilai jual di masa depan.
Pendekatan tersebut membuat Como mampu bersaing di Serie A tanpa bergantung pada belanja pemain bintang mahal.
Musim ini, Como menjadi salah satu tim yang mencuri perhatian setelah mampu bersaing di papan atas Liga Italia dan menjaga peluang tampil di kompetisi Eropa.