Alasan Logis Barcelona Bisa Berburu Pemain Bintang pada Transfer Musim Panas 2026
Kondisi finansial Barcelona membaik dan optimistis bisa mengalokasikan lebih dari 100 juta euro untuk berburu pemain bintang.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Barcelona kini berada dalam kondisi finansial yang jauh lebih sehat dan optimistis bisa mengalokasikan lebih dari 100 juta euro untuk belanja pemain pada musim panas 2026.
- Membaiknya keuangan klub didukung oleh berakhirnya kontrak Robert Lewandowski yang mengurangi beban gaji sekitar 40 juta euro, serta tambahan pemasukan dari gelar Liga Spanyol, Piala Super Spanyol, dan partisipasi di Champions League.
- Kemampuan finansial Barcelona mulai terlihat dari upaya merekrut Antony Gordon.
TRIBUNNEWS.COM - Setelah beberapa tahun dibayangi krisis finansial dan berbagai kendala pendaftaran pemain, Barcelona akhirnya berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman untuk kembali bersaing di bursa transfer.
Manajemen Blaugrana kini optimistis dapat mengalokasikan dana lebih dari 100 juta euro (sekitar Rp2 triliun) untuk memperkuat skuad pada musim panas 2026 apabila target yang diinginkan tersedia di pasar, seperti yang dilaporkan Diario AS.
Optimisme tersebut muncul seiring semakin dekatnya Barcelona untuk kembali memenuhi aturan keuangan 1:1 milik La Liga, sebuah kondisi yang berpotensi mengubah strategi transfer klub secara signifikan.
Direktur olahraga Barcelona, Deco, bersama jajaran manajemen klub disebut ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk mendatangkan pemain kelas dunia, terutama di sektor penyerang.
Baca juga: Perbandingan Gaji Anthony Gordon dan Marcus Rashford di Barcelona
Kembali ke Aturan 1:1
Dalam beberapa musim terakhir, Barcelona harus menjalani berbagai keterbatasan akibat kondisi keuangan yang belum stabil.
Pendaftaran pemain baru sering kali menjadi persoalan, ruang gaji sangat terbatas, dan hampir setiap aktivitas transfer harus disertai penghematan atau penjualan pemain terlebih dahulu.
Namun situasi itu kini mulai berubah.
Salah satu faktor utama yang membantu perbaikan kondisi keuangan Barcelona adalah berakhirnya masa bakti Robert Lewandowski.
Kepergian striker asal Polandia tersebut dikabarkan membebaskan beban gaji klub hingga sekitar 40 juta euro (sekitar Rp832 miliar).
Penghematan besar itu, ditambah dengan progres menuju aturan 1:1 La Liga, membuat Barcelona memiliki ruang gerak yang jauh lebih luas dibandingkan beberapa musim sebelumnya.
Aturan 1:1 sendiri memungkinkan klub menggunakan seluruh pemasukan tambahan yang mereka peroleh.
Artinya, jika klub menjual pemain atau berhasil memangkas beban gaji, seluruh dana tersebut dapat digunakan untuk membeli sekaligus mendaftarkan pemain baru.
Sebaliknya, klub yang masih melampaui batas gaji hanya diperbolehkan menggunakan sebagian kecil dari pemasukan tambahan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona bahkan hanya dapat memanfaatkan sekitar 60 persen dari hasil penjualan pemain atau penghematan gaji yang mereka lakukan.
Karena itu, kembali ke aturan 1:1 menjadi langkah penting yang dapat membuka jalan bagi Barcelona untuk kembali agresif di pasar transfer.