Persib Masuk Daftar Cekal FIFA, Penyebab dan Daftar Klub Indonesia Kena Registration Ban
Persib Bandung masuk FIFA Registration Ban List, sanksi terkait kontrak Daisuke Sato, manajemen pastikan segera diselesaikan
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Kabar kurang menggembirakan menghampiri Persib Bandung di tengah euforia keberhasilan meraih tiga gelar juara liga secara beruntun. Klub berjuluk Maung Bandung itu resmi masuk dalam FIFA Registration Ban List atau daftar klub yang dikenai larangan mendaftarkan pemain baru oleh FIFA.
Berdasarkan daftar yang diperbarui pada Jumat (29/5/2026), Persib menjadi salah satu dari delapan klub Indonesia yang tercatat mendapatkan sanksi larangan registrasi pemain. Sanksi tersebut berlaku hingga FIFA mencabutnya setelah seluruh kewajiban yang menjadi dasar keputusan diselesaikan.
Selain Persib, klub Indonesia lain yang masuk dalam daftar tersebut adalah Persiwa Wamena, PSBS Biak, PSCS Cilacap, Kalteng Putra, PSM Makassar, PSIS Semarang, dan Semen Padang.
Masuknya Persib ke FIFA Registration Ban List sempat memunculkan berbagai spekulasi. Namun manajemen Persib memastikan persoalan tersebut bukan disebabkan tunggakan gaji pemain.
Penjelasan Manajemen Persib
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa sanksi itu berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada 2023.
"Perlu kami jelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023."
"Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan," tulis Persib dalam keterangannya.
Adhitia mengatakan manajemen saat ini tengah menyelesaikan seluruh kewajiban yang berkaitan dengan keputusan tersebut sekaligus menindaklanjuti proses administratif yang diperlukan.
"Saat ini, kami sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut dan menindaklanjuti seluruh proses administratif yang diperlukan," katanya.
Ia menegaskan bahwa Persib tetap berkomitmen menjalankan tata kelola klub secara profesional dan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.
"Sebagai klub yang berkomitmen menjalankan tata kelola sepak bola yang baik, Persib senantiasa berupaya memenuhi seluruh kewajiban kontraktual serta menjalankan setiap proses sesuai regulasi."
"Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub," kata Adhitia.
Persib juga optimistis sanksi tersebut dapat segera diselesaikan. Setelah seluruh kewajiban dipenuhi, klub akan mengikuti tahapan yang ditetapkan FIFA agar status larangan registrasi pemain dapat ditinjau kembali dan dicabut.
Menurut Adhitia, persoalan ini tidak akan memengaruhi program dan aktivitas klub yang sudah berjalan.
"Situasi ini tidak memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub. Aktivitas operasional, persiapan tim, serta berbagai agenda strategis yang telah direncanakan tetap berjalan dengan baik dan sesuai target," ujarnya.