Saat Fans PSG dan Arsenal Beradu Chants, Atmosfer Final UCL Terasa di Jakarta
ribuan suporter berkumpul di sejumlah titik di Jakarta, seperti di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dan di Rawamangun, Jakarta Timur.
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Saat Fans PSG dan Arsenal Beradu Chants, Atmosfer Final UCL Terasa di Jakarta
TRIBUNNEWS.COM - Antusiasme luar biasa ditunjukkan para pecinta sepak bola di Indonesia saat menyambut laga puncak Final UEFA Champions League (UCL), Sabtu (30/5/2026) kemarin.
Momen pertandingan kasta tertinggi klub Eropa, antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal, berubah bak perayaan besar melalui gelaran nonton bareng (nobar) yang digelar di berbagai kota besar di tanah air, termasuk di Jakarta.
Baca juga: Gegara Arsenal Kalah dari PSG, Mimpi Liga Inggris Sapu Bersih Trofi Eropa Pupus
Pantauan jurnalis Tribunnews di lapangan, ribuan suporter berkumpul di sejumlah titik di Jakarta, seperti di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dan di Rawamangun, Jakarta Timur.
Di kawasan Kemang, ribuan pendukung kedua tim, baik Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal atau datang lewat program "Fans Have More Friends", yang diinisiasi oleh Heineken.
Pada titik nobar tersebut, hadir pula pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana atau yang biasa disapa Coach Justin.
Kehadirannya pun menjadi magnet sendiri bagi Arsenal, mengingat mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia merupakan pendukung The Guners.
Selama jalannya pertandingan, fans kedua tim yang hadir tampak berbalas-balasan chants. Ketegangan pun mencapai klimaksnya saat akhir-akhir pertandingan. Meski sempat diwarnai ketegangan, jalannya nobar berlangsung kondusif.
"Final UEFA Champions League adalah malam ajang terbesar dalam klub sepak bola. Namun di Indonesia, pengalaman tersebut sering kali dinikmati sendirian karena keterbatasan waktu dan venue," ujar Marketing Manager Heineken Indonesia, Kahfi Arif.
"Kami ingin menciptakan lebih banyak kesempatan bagi para penggemar untuk
menikmati sepak bola dengan cara yang lebih bermakna. Momen-momen tersebut
menjadi jauh lebih berkesan ketika dirayakan bersama," tambahnya.
Sebagai catatan, PSG sendiri dipastikan meraih gelar Eropa kembali atau back-to-back usai mengalahkan Arsenal di final.
Dalam laga yang sempat berakhir imbang 1-1 sampai extra time, tim besutan Luis Enrique itu berhasil menang 4-3 dalam drama adu penalti.
Dengan demikian, trofi 'Si Kuping Besar' kembali pulang ke Paris, alih-alih dibawa pertama kali ke markas Meriam London.