Kilas Balik Pertolongan ke Senne Lammens, Ada Peran Kiper Ketiga Manchester United
Awal kedatangan Senne Lammens dari Belgia ke Inggris tak berlangsung mudah, tetapi ada bantuan dari beberapa pemain senior MU kepadanya.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Manchester United sukses besar saat mendatangkan Senne Lammens dari klub Belgia, Royal Antwerp pada awal musim 2025/2026.
- Proses adaptasi Lammens yang cepat tertolong peran para pemain senior Setan Merah.
- Bruno Fernandes dan kiper ketiga MU, Tom Heaton, memegang peran besar dalam masa transisi Lammens.
TRIBUNNEWS.COM - Manchester United melakukan pertaruhan besar saat pertama kali mendatangkan Senne Lammens dari Liga Belgia, tepatnya dari tim Royal Antwerp.
Dengan biaya total sekira 21 juta Poundsterling, Manchester United mempercayakan sektor penjaga gawangnya kepada pemain yang masih berusia 23 tahun.
Usia yang masih sangat belia bagi seorang penjaga gawang, yang biasanya bisa berkarier di level tertinggi hingga usia 40 tahun.
Padahal saingan Lammens untuk menjadi penjaga gawang utama MU juga tak mudah.
Kala itu, manajemen mempertimbangkan nama-nama seperti Emi Martinez dan Gianluigi Donnarumma yang kala itu masih berpotensi berpindah tim.
Emi Martinez bahkan sudah melakukan perpisahan dengan penggemar Aston Villa, lantaran dirinya yakin akan berganti jersey musim selanjutnya.
Baca juga: Manchester United Negosiasi Mateus Fernandes, Gelandang Baru Makin Dekat ke Old Trafford
Manajemen tak lagi keras mengejar Donnarumma lantaran Manchester City juga memutuskan masuk ke dalam perlombaan.
Pada akhirnya Setan Merah menuruti saran dari Kepala Pemantau Bakat Kiper mereka sendiri, Tony Cotton, yang menyarangkan mendatangkan Senne Lammens.
Sebagai pemain baru, tentu saja Lammens memerlukan adaptasi.
Berpindah langsung ke salah satu kompetisi paling kompetitif dan ganas di dunia pastinya tak mudah.
Ekspektasi, harapan, dan adangan bercampur menjadi satu sebagai santapan sehari-hari sang pemain.
Untungnya, situasi tersebut bisa dilewati Lammens dengan baik.
Salah satu hal yang membuatnya bisa melalui semua itu adalah dengan bantuan beberapa pemain senior.
Peran sang kapten, Bruno Fernandes, juga mencolok baginya.