Bakal Lebih Wah, Upacara Pra-Pertandingan di Piala Dunia 2026 Tak Akan Sama Lagi
Format baru upacara pra-pertandingan Piala Dunia 2026 diterapkan. Semua pemain berkumpul di lingkaran tengah lapangan saat lagu kebangsaan dinyanyikan
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Drajat Sugiri
Salah satu perubahan paling menarik adalah keterlibatan seluruh anggota skuad.
Pada Piala Dunia sebelumnya, hanya pemain inti yang berdiri saat lagu kebangsaan dikumandangkan. Pemain cadangan biasanya menunggu di area bangku tim.
Mulai Piala Dunia 2026, seluruh pemain yang masuk daftar pertandingan akan berdiri bersama rekan-rekannya di lingkaran tengah.
Artinya, setiap pemain yang terpilih membela negaranya akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk merasakan momen emosional saat lagu kebangsaan dinyanyikan di panggung sepak bola terbesar dunia.
FIFA menilai langkah ini lebih merepresentasikan semangat sepak bola modern yang menempatkan tim sebagai satu kesatuan, bukan hanya sebelas pemain yang turun sejak menit pertama.
Elemen lain yang langsung mencuri perhatian adalah penggunaan bendera negara berukuran ekstra besar.
Dua bendera raksasa akan dibentangkan di lapangan sebagai latar belakang para pemain saat lagu kebangsaan dimainkan.
Akan ada pula banner besar di lingkaran tengah, bendera-bendera kecil yang dibawa pengiring pemain, serta berbagai elemen visual yang dirancang khusus untuk memperkuat identitas masing-masing negara.
Jika biasanya fokus hanya tertuju pada wajah para pemain saat menyanyikan lagu kebangsaan, kini FIFA ingin identitas negara mereka juga tampil secara lebih dominan di lapangan.
Setelah lagu kebangsaan selesai dikumandangkan, para pemain akan melakukan sesi salam antartim dan foto resmi sebelum kapten menjalani undian koin untuk menentukan sisi lapangan.
Baca juga: Pembukaan Piala Dunia 2026 di Depan Mata, Meksiko Perketat Keamanan Ibu Kota
Belajar dari Kritik Piala Dunia Antarklub
Menariknya, konsep baru ini lahir setelah FIFA mencoba eksperimen lain di Piala Dunia Antarklub 2025.
Saat itu setiap pemain diperkenalkan satu per satu layaknya pertandingan basket atau olahraga Amerika Utara.
Namun hasilnya tidak sepenuhnya memuaskan.
Proses tersebut dianggap terlalu panjang dan membuat sejumlah pertandingan mengalami keterlambatan kick-off.
Karena itu FIFA mencari cara lain yang tetap menghadirkan suasana megah tanpa mengganggu jadwal pertandingan.