Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Diunggulkan Banyak Pihak, Ditampik Thomas Tuchel
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, membantah skuad arahannya menjadi salah satu unggulan di Piala Dunia 2026 kali ini.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, membantah timnya menjadi unggulan saat tampil di Piala Dunia 2026.
- Tuchel lebih menunjuk kepada tim-tim yagn punya gelar juara lebih baru, seperti Argentina dan Prancis.
- Sedangkan Inggris terakhir kali menjadi juara pada 1966 silam.
TRIBUNNEWS.COM - Amunisi meyakinkan yang dimiliki Timnas Inggris untuk mengarungi Piala Dunia 2026 membuat mereka diunggulkan untuk bisa memenangi ajang sepak bola ini.
Kekuatan yang merata dari sektor belakang hingga depan membuat Timnas Inggris rasanya tak akan kesulitan membongkar pertahanan lawan nantinya.
"Kalau untuk kandidat juara, pasti nggak jauh-jauh dari top 10 (ranking) FIFA. Ada Spanyol, Prancis, Inggris, termasuk juara bertahan Argentina," terang Arnan Binafsihi dalam Podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Hal yang kurang lebih serupa juga diungkapkan Adrian dari Spieltag Indonesia.
"Kalau saya kepinginnya Jerman. Namun ada juga di grup lain seperti Inggris, Brasil, yang menjadi favorit juara ya," kata Adrian dalam podcast yang sama.
Baca juga: Klasemen Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Korea Selatan Buka Turnamen dengan Kemenangan
Histori atau sejarah Inggris saat mengikuti Piala Dunia juga cukup mumpuni.
Setidaknya mereka bisa membusungkan dada ketika ada yang mempertanyakan gelar juara dunia mereka.
Inggris pernah menjadi juara Piala Dunia pada edisi 1966 silam, ketika mereka menjadi tuan rumah.
Hal yang hingga kini masih coba diulangi lagi oleh tim berjuluk Three Lions ini.
Namun mengulang menjadi juara, apalagi di tanah orang lain, tentu tak mudah.
Mereka sudah mencobanya selama 50 tahun lebih. Apakah mereka akan mendapatkan keberuntungan pada percobaan yang menginjak tahun ke-60?
Jawaban yang barangkali sedikit mengecewakan justru hadir dari sang pelatih sendiri, Thomas Tuchel.
Tuchel membantah Inggris adalah favorit juara Piala Dunia edisi kali ini.
Ia beralasan negara-negara lain yang memiliki trofi lebih 'kekinian' lebih berhak menyandang status favorit.
Mulai dari Argentina, Prancis, Jerman, hingga Spanyol dipandang Tuchel lebih unggul.
Meski demikian, ia tetap mengarahkan anak asuhnya semaksimal mungkin.
Declan Rice dan kolega tetap dibuat bermimpi besar untuk memulangkan trofi Piala Dunia yang sudah lama tak datang lagi ke negara Raja Charles.
"Kami bukanlah favorit juara karena kami sudah lama tak memenangi ajang ini," kata Tuchel dikutip dari ESPN.
"Ada banyak tim lain yang membuktikan diri bisa menjadi juara di edisi yang lebih baru."
"Kami tetap berkompetisi untuk mendapatkan gelar juara ini, bermimpi besar, dan kami tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa mendapatkan gelar juara itu."
"Kami sangat fokus untuk berkompetisi dan melihat apa yang akan terjadi," paparnya.
Permainan kolektif menjadi andalan Inggris di ajang nanti.
Thomas Tuchel memanggil nama-nama yang bisa bermain dengan karakteristik yang ada di kepalanya.
Pemain belakang yang lamban memberikan tekanan, seperti Harry Maguire, ternyata tak memiliki tempat di dalam skuad.
Permainan sektor depan yang fleksibel dan tajam dengan keberadaan Morgan Rogers yang akan melakukan kombinasi bersama Harry Kane akan mejadi senjata lainnya bagi Tuchel.
(Tribunnews.com/Guruh)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.