Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Mengapa Istilah 'Fishing', 'Farming' dan 'Watering Hole' Mesti Diwaspadai Netizen?

Yang mesti diwaspadai, para pelaku menggunakan berbagai istilah pertanian dan perikanan dalam menjalankan aksinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Mengapa Istilah 'Fishing', 'Farming' dan 'Watering Hole' Mesti Diwaspadai Netizen?
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus pembobolan rekening nasabah bank ternyata melibatkan jaringan internasional kejahatan siber (cyber crime).

Yang mesti diwaspadai, para pelaku menggunakan berbagai istilah pertanian dan perikanan dalam menjalankan aksinya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Riko Usthavia Frans mengatakan bahwa istilah yang digunakan para pelaku kejahatan itu sudah dikenal sejak beberapa tahun lalu.

"Mereka itu menggunakan istilah industri perikanan dan pertanian. Misalnya ada istilah fishing ada juga istilah farming, ada juga watering hole," ujar Riko dalam seminar upaya pencegahan dan penanggulangan kejahatan dunia maya dalam sistem pembayaran, di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Dia menjelaskan satu per satu.

Istilah fishing atau memancing adalah metode kejahatan siber dengan memanfaatkan email.

Misalnya kata dia, si pelaku mengirimkan email secara acak kepada orang lain dan berharap email tersebut dibuka dan korbannya mengikuti instruksi yang ada di dalam email tersebut, bisanya berupa link website.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada link tersebut sudah terdapat virus yang sengaja ditanamkan.

Jadi saat korban membuka link itu, virus tersebut bisa masuk ke komputer korban dan mampu mengambil data penting saat si korban ingin maju ke proses transaksi internet banking.

Lalu, istilah yang kedua yaitu farming atau bertani.

Tak banyak yang ia jelaskan terkait metode yang satu ini.

Namun intinya, metode ini langsung menyerang server komputer.

Sementara itu istilah ketiga yaitu watering hole atau lubang pengairan.

Pada metode ini kata Riko, para pelaku kejahatan siber sengaja menanamkan virus di laman-laman populer.

Tujuannya, saat si korban membuka laman itu, virus bisa masuk ke dalam komputernya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas