BlackBerry Larang Perangkat Android-nya Di-rooting
Menggunakan cara itu, pengguna bisa menghapus aplikasi bawaan yang biasanya tidak bisa dihapus sendiri.
Editor:
Fajar Anjungroso
TRIBUNNEWS.COM – BlackBerry melarang pengguna Priv untuk melakukan rooting.
Jika tetap membandel, sistem keamanan dari perangkat tersebut bisa jadi taruhannya.
Informasi mengenai pelarangan tersebut diungkapkan langsung oleh pihak BlackBerry dalam blog resminya.
Adalah Alex Manea, Director of BlackBerry Security, yang menuliskan langsung pesan tersebut.
OS Android sendiri memang identik dengan kata rooting.
Teknik ini biasanya dilakukan oleh pengguna untuk mengambil kendali penuh dari sebuah perangkat.
Menggunakan cara itu, pengguna bisa menghapus aplikasi bawaan yang biasanya tidak bisa dihapus sendiri.
Proses rooting sendiri memang bisa membawa pengguna masuk hingga ke inti sistem yang paling dalam.
Oleh karena itu, penjahat cyber bisa saja memanfaatkan hal tersebut untuk menyusupkan program jahat.
Menurut Manea, ia dapat mengerti mengapa pengguna ingin melakukan rooting.
Akan tetapi, rooting dikatakannya bisa saja menimbulkan masalah stabilitas sistem, pembaruan, hilangnya garansi, dan yang paling terpenting, keamanan.
"Rooting merupakan risiko besar untuk privacy dan keamanan bagi platform; sebuah perangkat yang sudah di-root membuatnya rentan bagi malware dan banyak perusahaan yang menolak perangkat tersebut di jaringannya," tulis Manea.
Untuk mencegah Priv di-root oleh pengguna, perusahaan asal Kanada ini mengaku sudah mengambil beberapa strategi pengamanan.
Salah satunya, saat boot-up, sistem akan secara otomatis melakukan pengecekan kernel.
Sistem juga akan mengecek perubahan yang dibuat pada policy SELinux dan memonitor perizinan aplikasi yang berjalan di aplikasi.