Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Techno
LIVE ●

Kapan dan Atas Alasan Apa Orang Bisanya Indonesia Ganti Ponsel?

Responden yang disurvei berlokasi di Jakarta, Bogor, dan Tangerang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kapan dan Atas Alasan Apa Orang Bisanya Indonesia Ganti Ponsel?
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Model menunjukan smartphone pada meluncurkan paket bundling Lenovo VIBE K5 Plus di Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin(14/6/2016). 

Bentuk dan merek

Menurut Suryo, saat ini sekitar 97,6 persen responden memilih tipe ponsel yang tipis. Adapun 67 persen menyenangi bentuk lengkung di setiap sudut.

Dari keseluruhan responden itu, sekitar 85 persen mengunggulkan ponsel pintar dengan bagian belakang rata.

”Saat kami melakukan survei tersebut, ternyata merek ponsel internasional masih tetap mereka jagokan. Jika ada merek lokal, sebagian besar persepsi mempertanyakan peningkatan mutu dan kualitas fitur pabrikan dalam negeri,” kata Suryo.

MARS Indonesia mengadakan survei itu sebagai bagian dari pengembangan riset produsen ponsel Advan Indonesia.

Dua tahun lalu, CNET—media di Amerika Serikat yang fokus mengulas teknologi—pernah menulis artikel berjudul Mengapa Desain Ponsel Pintar Penting (Why Smartphone Design Matters).

Artikel ini diawali dengan cerita seorang pembaca CNET terkait pengamatan perilaku pengguna ponsel pintar yang selalu memasang pelindung luar di perangkat mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagus apa pun model desain, kata pembaca itu, rata-rata pengguna memasang pelindung luar untuk melindungi atau menjaga performa dalam ponsel mereka.

Uraian artikel berikutnya menyebutkan sanggahan, desain merupakan bagian dari sebuah proyek besar yang dilakukan produsen ponsel untuk mempertahankan citra merek.

Desain bisa dilihat dari tampilan luar yang menjadi daya tarik untuk datang menghampiri gerai perangkat komunikasi.

Saat ini, pengguna ponsel di Indonesia diperkirakan sekitar 150 juta orang. Meski demikian, satu ponsel bisa digunakan untuk lebih dari satu nomor seluler.

Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia pernah melansir data, rata-rata satu orang memiliki dua nomor seluler.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas, Telkomsel saat ini memiliki sekitar 150 juta pelanggan.

Adapun Indosat Ooredo memiliki sekitar 65 juta pengguna dan XL Axiata memiliki 55 juta pengguna.

Praktisi telekomunikasi dan dosen Program Studi Magister Manajemen Universitas Indonesia Jakarta, Hasnul Suhaimi, berpendapat, konsumen sekarang makin cerdas.

Merek mungkin masih menjadi hal utama yang dilihat saat membeli ponsel baru.

Akan tetapi, tren ke depan, konsumen menilai produk dari kualitas fitur yang mampu mendukung aktivitas pengguna.

Harga juga masuk ke dalam perhitungan pengguna. Maka, produsen harus cerdas berinovasi untuk memenangkan pasar.

Penulis: Caecilia Mediana
 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas