Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Hindari Pemblokiran Sewenang-wenang Situs Internet, Ini yang Dilakukan Rudiantara

"Di dunia maya ini masyarakat sudah banyak menikmati bebasnya, tinggal tanggung jawabnya yang penting."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Hindari Pemblokiran Sewenang-wenang Situs Internet, Ini yang Dilakukan Rudiantara
Fitri Wulandari
Menteri Komunikasi dan Informatika RI (Menkominfo) Rudiantara usai menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Deklarasi Masyarakat Indonesia Anti Hoax yang digelar di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2017). 

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebut Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi kebebasan. Oleh karena itu, meski pemerintah mengawasi konten digital, tetapi tak akan memberangus kebebasan berpendapat masyarakat di dunia maya seperti di Tiongkok.

Namun, Ia berharap masyarakat tetap bertanggung jawab meski bebas menyampaikan pendapatnya.

"Di dunia maya ini masyarakat sudah banyak menikmati bebasnya, tinggal tanggung jawabnya yang penting," kata Rudiantara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kini mengontrol aktivitas dunia maya untuk membendung pornografi dan terorisme.

 Untuk menghindari pemblokiran sewenang-wenang, Rudiantara mengaku Kemkominfo terus menggandeng perwakilan masyarakat yang kompeten untuk dimintai pendapat terkait pemblokiran.

Hal itu perlu dilakukan untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah sehingga menghasilkan komunikasi yang sehat di publik.

"Makanya, kami sebelum memblokir untuk menilai kontennya. Misal kalau konten menjurus terorisme kami panggil yang ahlinya," papar Rudiantara.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi jangan sepenuhnya diserahkan ke publik. Kalau ternyata hal itu benar terorisme tapi ternyata publik bilang tidak kan repot nanti, harus sinergi antara pemerintah dan publik," lanjut dia.

Penulis: Rakhmat Nur Hakim

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas