Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Menteri Rudiantara Sebut Teroris Siber Serang Indonesia Lewat Wannacry

Serangan siber ke Indonesia berjenis ransomware, yakni jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Menteri Rudiantara Sebut Teroris Siber Serang Indonesia Lewat Wannacry
TRIBUNNEWS/APFIA
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara usai Rapat Koordinasi penyiapan transportasi Lebaran di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomaritim), Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teroris siber serang sistem Indonesia yang ditujukan pada Rumah Sakit Dharmais di Jakarta. Serangan siber itu, bisa menjalar cepat ke komputer yang masih menggunakan sistem operasi Windows 8 ke bawah.

Teroris siber menyerang lebih dari 100 negara sejak Kamis (11/5/2017).

Termasuk Indonesia, Sabtu (13/5/2017). Kementerian Komunikasi dan Informatika mendapat laporan, serangan di Indonesia ditujukan pada Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais di Jakarta.

Serangan siber ke Indonesia berjenis ransomware, yakni jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan mengunci komputer atau seluruh file yang ada di komputer, hingga tak bisa diakses kembali.

Ransomware itu, disebarkan oleh kelompok Shadow Brokers.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara mengatakan, pihak Kemenkominfo sudah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Dharmais. Konsekuensi dari serangan itu, proses pelayanan di Rumah Sakit terganggu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Akibatnya proses bisnis di Rumah Sakit itu, dilakukan secara manual. Proses berkepanjangan, tadinya online komputer, sekarang harus manual," ujar Rudiantara di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (14/5/2017).

Dalam tampilan komputer, WannaCry meminta dana tebusan agar file yang dibajak dengan enkripsi bisa diakses kembali. Tebusan melalui pembayaran bitcoin setara dengan 300 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 4.000.000,00. WannaCry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya.

Staff Divisi Aplikasi Database dan Data Center Keamanan Jaringan, Adi Jaelani, mengimbau kepada instansi atau warga yang server atau komputernya terinfeksi ransomware WannaCry tidak membayar tebusan.

"Hanya diulur-ulur minta lagi, tapi (data) tidak dikasih. Kalau meminta tebusan jangan dibayar," ujar Adi Jaelani.

Tindakan Pencegahan sebelum infeksi :

Lakukan beberapa langkah berikut untuk tindakan pencegahan dari terinfeksi malware ransomare jenis wannacry,

Cabut Kabel LAN/WifiLakukan Backup DataUpdate Anti-VirusUpdate security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoct. Lihat : https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspxJangan mengaktifkan fungsi macrosNon aktifkan fungsi SMB v1Block 139/445 & 3389 PortsUlangi, selalu backup file file penting di komputer anda dan di simpan backupnya ditempat lain

Tindakan Setelah Infeksi :

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas