Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Tanda Orang Non Religus Biasanya Sering Update Status 'Kebencian' di Facebook

Individu nonreligius menggunakan kata-kata yang cenderung mengungkapkan kemarahan, seperti "benci”.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Tanda Orang Non Religus Biasanya Sering Update Status 'Kebencian' di Facebook
ANDROID AUTHORITY
Para pialang saham kini mulai memanfaatkan fasilitas percakapan Facebook Messenger untuk transaksi saham dan transaksi exchange traded fund (ETF) atau reksadana yang diperdagangkan di bursa efek. 

Sementara sekularisme meningkat di barat, para penulis penelitian mencatat bahwa lebih dari 80% populasi dunia mengidentifikasi beberapa jenis agama, yang nampaknya kini menjadi sebuah tren di masyarakat.

"Agama dikaitkan dengan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih lama, tetapi hal itu juga dapat dikaitkan dengan tingkat obesitas dan rasisme yang lebih tinggi,” tutur para peneliti. Bagi mereka, memahami penggunaan bahasa adalah bagian dari gambaran yang lebih besar tentang pemahaman bagaimana afiliasi keagamaan berkaitan dengan kehidupan selanjutnya.

Yaden dan rekan-rekannya tidak mengetahui apakah perilaku linguistik yang berbeda antara orang-orang religius dan nonreligius mencerminkan keadaan psikologis orang-orang dalam kelompok tersebut.

Baca: 32.000 Santri Pasuruan Pecahkan Rekor MURI

Di samping itu, mereka juga tidak mengetahui apakah penggunaan bahasa itu mencerminkan norma sosial sebagai bagian dari kelompok tersebut, atau beberapa kombinasi di antara kedua pertanyaan besar itu.

Mereka berharap, penelitian lebih lanjut akan menawarkan lebih banyak wawasan.

Awalnya, Yaden dan rekan-rekannya berharap untuk membandingkan berbagai afiliasi keagamaan satu sama lain, yaitu bagaimana umat Budha berbeda dari orang Hindu, orang Kristen dari Muslim, dan Ateis dari Agnostik.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, mereka tidak memiliki cukup data spesifik untuk melakukan analisis ini. "Kami berharap bisa melakukannya begitu ada data yang lebih besar tersedia untuk kami," ucap Yaden.

Sumber: Intisari
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas