Memasuki Fase Berikutnya, Era Data
Indonesia LTE Community kembali menggelar diskusi tahunan yang membahas seputar industri telekomunikasi Tanah Air.
Penulis:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Indonesia LTE Community kembali menggelar diskusi tahunan yang membahas seputar industri telekomunikasi Tanah Air.
Pada perhelatan Indonesia LTE Conference 2018, organisasi yang fokus pada perkembangan ekosistem layanan data di Indonesia ini mengusung tema utama bertajuk “Entering The Next Phase of Data Era”.
Kian meluasnya penggunaan akses data berkecepatan tinggi dan perkembangan teknologi menuju fase selanjutnya yang kian agresif menghadirkan berbagai peluang sekaligus permasalahan baru.
“Dari tahun ke tahun, teknologi berkembang kian pesat. Setelah masyarakat Indonesia bisa menikmati layanan internet cepat 4G LTE dari berbagai operator kini datang fase selanjutnya 5G. Jangan sampai teknologi sudah siap, namun industri terkait lainnya dan masyarakat sebagai penikmat dan pengguna teknologi itu tidak bisa memanfaatkan teknologi tersebut sesuai yang diharapkan,” kata Iman Aulia, Ketua Indonesia LTE Community dalam keterangan persnya, Rabu (14/3/2018).
Baca: Siasat Messi Taklukkan Chelsea, Sasar Celah di Dua Kaki Courtois
Menurut Iman Aulia, selain harus bisa beradaptasi dengan perubahan, stakeholder dituntut bisa menggali berbagai potensi yang muncul sekaligus meredam permasalahan yang muncul.
“Telekomunikasi sangat dinamis selalu berkembang. Bicara perkembangan bisnis industri telekomunikasi, banyak hal yang membuat konstelasi industri berubah. Tahun lalu, layanan data menjadi tren," tambahnya.
Masyarakat lebih panik kehabisan kuota daripada habis duit. Kini era 5G sudah datang menjadi sesuatu yang harus dihadapi pelaku industri.
Baca: Senjata Mematikan James Bond Diproduksi di Jawa Barat, Begini Faktanya
Saat ini ada tiga isu yang mencuat di industri telekomunikasi. Antara lain kendala dalam membangun transmisi. Kemudian efek gunting sejak era 3G yang masih terjadi sampai sekarang. Juga permasalahan yang muncul terkait alokasi frekuensi dan ketersediaan frekuensi.
Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dalam pidato pembukaan di Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta mengungkapkan jika kita harus siap menghadapi fase berikutnya dari era layanan data ini.
Menurut Rudiantara, perkembangan layanan data di Tanah Air sebenarnya tergolong cepat.
“Desember 2015 kita meluncurkan layanan 4G. Dalam dua tahun tiga bulan, sudah 62.000 eNode dibangun. Tidak gampang, tapi bisa tumbuh dua ribu dalam 2 tahun 800 hari. Artinya rata-rata 80 dibangun per hari. Cepat luar biasa. Tapi memang masih ada daerah yang bolong karena mahalnya backbone dan transmisi,” kata Menkominfo
Selanjutnya, bicara soal Palapa Ring, ia mengaku di kawasan Barat sudah selesai sementara Tengah baru 5% dan Timur sudah 40%.
“Kominfo ingin memberikan pelayanan akses telekom broadband pada wilayah KPU/USO yang belum terjangkau broadband. Menurunkan biaya dalam pelaksanaan penyediaan akses internet melalui satelit,” jelas Rudiantara.