Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Awas, Penjahat Siber Serang Universitas untuk Curi Data Berharga

Kaspersky Lab telah mendeteksi beberapa ancaman siber yang menyerang setidaknya 131 universitas di 16 negara.

Awas, Penjahat Siber Serang Universitas untuk Curi Data Berharga
KBC TV
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kaspersky Lab merilis informasi terbaru tentang ancaman penjahat siber ke kalangan kampus.

Kaspersky menghimbau agar para akademisi agar berhati-hati saat melakukan aktivitas online setelah para peneliti Kaspersky Lab telah mendeteksi beberapa ancaman penjahat siber yang menyerang setidaknya 131 universitas di 16 negara.

Berbagai upaya untuk mencuri informasi sensitif universitas ini telah terjadi dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, dengan hampir 1.000 serangan phishing sejak September 2017.

Para penipu memburu kredensial karyawan dan pelajar, alamat IP dan data lokasi mereka. Dalam kebanyakan kasus, mereka membuat halaman web yang tampak identik dengan yang asli untuk memasukkan login dan kata sandi ke sistem digital universitas.

Kredensial dan kata sandi dari karyawan di industri perbankan dan perusahaan adalah sasaran yang jelas dapat menguntungkan pelaku kejahatan siber, sementara akun pribadi pelajar dan staf universitas justru terlihat seperti target yang tidak signifikan.

Baca: AHM Umumkan Harga Honda Forza, Dibanderol Rp 76,5 Juta On The Road Jakarta

Namun data-data yang sukses diperoleh melalui serangan spear phising ke kampus bisa mengandung informasi jauh lebih berharga, seperti riset-riset dengan berbagai jenis topik mulai dari ekonomi hingga fisika nuklir.

Selain itu, karena banyak dari mereka berkolaborasi dengan vendor terkemuka untuk gelar PhD, pelaku kejahatan dapat mengakses tidak hanya informasi yang mengandung keahlian unik, melainkan juga informasi khusus yang potensial mengancam perusahaan.

Meskipun universitas memperhatikan keamanan TI mereka, pelaku ancaman menemukan cara untuk menerobos sistem dengan menargetkan mata rantai terlemah yaitu pengguna yang lalai.

Di sebagian besar skenario, pelaku ancaman membuat laman web yang tampak identik dengan sistus web universitas yang asli.

Pengguna yang lalai tidak menyadari terdapat sedikit perbedaan huruf pada alamat webnya. Biasanya siasat ini berhasil jika menggunakan metode rekayasa sosial yang tepat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas