Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Equnix Business Solutions dan Aptikom Jalin Kerjasama Guna Hasilkan Technopreneur Andal

Equnix Business Solutions dan APTIKOM menjalin kerja sama untuk menghasilkan talenta andal di bidang database

Equnix Business Solutions dan Aptikom Jalin Kerjasama Guna Hasilkan Technopreneur Andal
HandOut/Ist
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Equnix Business Solutions dan APTIKOM, Sabtu (12/1/2019). Kerja sama antara PT Equnix Business Solutions dan APTIKOM ini bertujuan menghasilkan talenta TI andal, terutama di bidang database dan solusi bisnis teknologi berbasiskan open source. 

Prof Zainal menambahkan bahwa kerjasama edukasi tentang open source dengan PT. Equnix Business Solution ini diharapkan para mahasiswa memiliki pemahaman tentang keunggulan software open source dan kebutuhan sumber daya TI di dunia bisnis, serta memberikan gambaran alternatif bisnis yang dapat dikembangkan oleh para lulusan TI.

Kerja sama edukasi berformat kuliah tamu merupakan inisiatif PT. Equnix Business Solution untuk menyampaikan kepada civitas kampus terutama para mahasiswa yang terkait dengan teknologi agar mampu mengembangkan diri lebih gesit di masa mendatang dan menjawab tantangan yang dinamis.

PT Equnix Business Solutions juga ingin memaparkan manfaat software open source guna membangun kreatifitas yang dapat mendorong para mahasiswa menjadi seorang technopreneur melalui kerjasama pelatihan, mentoring, dan magang serta peluang membangun jaringan lembaga riset berbasis open source.

“Kami memahami lingkungan pendidikan tinggi perlu mengetahui apa yang terjadi di dunia bisnis saat ini. Banyak sekali perubahan yang membutuhkan kegesitan dalam merespon, menyikapi maupun menjawab perubahan tersebut,” ujar Julyanto Sutandang.

Julyanto juga menambahkan Indonesia membutuhkan lebih banyak sarjana yang bersedia melakukan riset secara mendalam dan pengembangan software open source sehingga memampukan kemandirian dalam hal solusi dan sumber daya TI.

Software berbasiskan open source menjadi alternatif menarik dibandingkan dengan software komersial berlisensi yang cenderung memonopoli pasar.

Kegiatan monopoli adalah kontra produktif, terutama dalam model pasar yang bebas, karena tidak adanya persaingan yang sehat sehingga efisiensi menjadi rendah dan hampir tidak ada ruang negosiasi untuk mengefisiensikan biaya dan meningkatkan layanan.

Dalam dunia TI ada komunitas gerakan open source, dengan semangat berbagi dan menolak cara lisensi berbayar software yang cenderung memberatkan penggunanya.

Software open source memberi udara segar di Indonesia dengan memungkinkan penggunaan software legal tanpa biaya lisensi.

Keuntungan menggunakan teknologi berbasis open source adalah kemandirian. Tidak ada ketergantungan, paksaan, maupun kepasrahan karena tidak memiliki pilihan. Software berbasis open source memberikan kebebasan, pilihan, kejujuran, kemerdekaan, tanpa ada ketergantungan terhadap vendor.

Implementasi software berbasiskan open source telah menjadi solusi alternatif di banyak infrastruktur TI dan memberikan keuntungan lebih baik.

Menurut Julyanto, banyak perusahaan besar dunia sukses menggunakan berbagai software open source misalnya Linux untuk sistem operasi, Apache untuk server web, PostgreSQL untuk database, dan PHP, Java, Perl, Python atau lainnya untuk bahasa pemrograman.

”Dan tidak hanya perusahaan teknologi, kini praktis hampir semua perusahaan besar dunia menjalankan minimal satu software open source di lingkungan software mereka,” ungkapnya.

Software open source adalah jawaban dari ketimpangan sistem lisensi software yang cenderung kurang adil dan bersifat kapitalistik. Ke depannya, open source akan semakin tersebar merata ke seluruh sudut kehidupan manusia. Software open source juga akan semakin kuat berkembang dan menyeimbangkan industri software dan TI agar tercipta pemerataan akses informasi, kesempatan, dan pada akhirnya kesejahteraan seluruh umat manusia.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas