Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Grab Beberkan Terobosan Grab For Good di World Economic Forum Annual Meeting

Melalui platform World Economic Forum Annual Meeting yang digelar di Davos, Swiss, Rabu (22/1/2020), Grab berkomitmen pada “Perjanjian Prinsip Pengelo

Grab Beberkan Terobosan Grab For Good di World Economic Forum Annual Meeting
Grab
World Economic Forum Annual Meeting yang digelar di Davos, Swiss, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, DAVOS - Grab membuktikan diri tak henti berkontribusi pada pedoman untuk penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.

Melalui platform World Economic Forum Annual Meeting yang digelar di Davos, Swiss, Rabu (22/1/2020), Grab berkomitmen pada “Perjanjian Prinsip Pengelolaan Platform yang Baik” (The Charter of Principles for Good Platform Work), yang mendukung kebijakan pengelolaan platform digital yang bertanggung jawab, serta memberikan dampak positif bagi pekerja dalam lingkungan platform.

Didukung oleh perusahaan platform global, perjanjian ini bertujuan menyediakan panduan bagi seluruh pihak, termasuk pemerintahan, perusahaan penyedia platform dan juga para pekerja dalam lingkungan platform untuk berkolaborasi pada sebuah inisiatif yang menambah kesejahteraan pekerja, berdasarkan prinsip-prinsip utama platform yang baik.

Baca: Grab Dorong Agenda Teknologi yang Bawa Dampak Positif di World Economic Forum

Beberapa terobosan Grab yang berdampak positif bagi masyarakat adalah Mendobrak Sunyi, program yang memberikan kesempatan pendapatan bagi Teman Tuli dan orang dengan gangguan pendengaran, serta usaha untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital di Asia Tenggara dengan program literasi digital dan pelatihan keterampilan bagi mitra pengemudi, juga digarisbawahi sebagai contoh yang dapat juga dilakukan oleh perusahaan lain di berbagai industri. 

Grab juga membantu menciptakan edisi kedua Model AI Government Framework, yang dikeluarkan oleh Info-communications Media Development Authority of Singapore, dan berkontribusi pada Ikhtiar Contoh Kasus, yang menyediakan studi kasus dari berbagai industri yang berguna dalam membantu lebih banyak organisasi untuk menerapkan Kerangka Model tersebut.

Sebagai perusahaan yang memiliki pendekatan "AI-everywhere", Grab menggunakan AI dalam berbagai aspek platform, untuk mengurangi masalah di Asia Tenggara, seperti membasmi transaksi palsu dan mengalokasikan kendaraan atau pesanan makanan secara efisien.

Baca: Pemuda Tuna Rungu Ini Pilih Tinggalkan Garut dan Jadi Ojol di Bandung, Ini Lika-Liku Dia Jadi Ojol

Dengan berbagi sudut pandang terbaik dari 350 strong AI serta sumber daya data sains milik Grab, Grab berharap dapat memberikan inspirasi yang dapat memecahkan masalah melalui cara kreatif menggunakan AI, dan mendorong penggunaan AI yang bertanggung jawab. 

“Mengaplikasikan teknologi baru dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan dan sumber penghasilan masyarakat. Lebih dari 20% mitra pengemudi kami sebelumnya tidak memiliki pekerjaan sebelum bergabung dalam platform Grab. Dengan membantu lebih banyak masyarakat memiliki sumber pendapatan, Grab berkontribusi hampir US$6 miliar terhadap perekonomian Asia Tenggara pada tahun lalu,” jelas Anthony Tan, Group CEO dan Co-founder Grab.

Lebih lanjut, ia mengatakan, "Kesenjangan keterampilan digital yang kian melebar di berbagai negara berkembang dan perdebatan tentang etika dari adaptasi teknologi, mencerminkan bahwa perusahaan teknologi dapat berbuat lebih banyak untuk dapat mulai tampil sebagai perusahaan yang bertanggung jawab."

Baca: Grab Berkolaborasi dengan Berbagai Pihak untuk Tekan Angka Perdagangan Orang

Grab mengambil langkah pendekatan proaktif untuk mulai mengelola perusahaan kami secara langsung, dalam memberikan mata pencaharian dan sumber penghasilan tambahan bagi mitra kami. Kami secara proaktif berkomitmen pada serangkaian prinsip utama pada proses kerja platform yang baik serta pengaplikasian teknologi AI, dan berharap hal ini dapat berfungsi sebagai dasar yang berguna bagi pemerintah dan perusahaan lainnya untuk mulai berkolaborasi dalam pemecahan masalah ini,” tambah Anthony. 

Inisiatif di atas merupakan kelanjutan dari program “Grab for Good” milik Grab, yang berkomitmen untuk menciptakan literasi dan inklusi digital bagi 3 juta penduduk Asia Tenggara di tahun 2025, membantu lebih dari 5 juta pengusaha tradisional dan warung-warung untuk mendigitalisasi alur kerja, serta melatih 20 ribu siswa melalui inisiatif pengembangan talenta teknologi dengan institusi pendidikan, organisasi nirlaba dan perusahaan teknologi terkemuka. (BJN*)

Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas