Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Operator Telekomunikasi Diimbau Lebih Lincah

Disrupsi teknologi mengubah banyak hal, mulai dari bisnis, kompetisi, adopsi dan inovasi teknologi, hingga perubahan organisasi

Operator Telekomunikasi Diimbau Lebih Lincah
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Berbagai produk telekomunikasi cellular dan pendukungnya dipamerkan pada pameran tahunan Indonesia Cellular Show (ICS) di JCC, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2015). Pameran yang diselenggarakan hingga Minggu (14/6/2015) mendatang di Plenary Hall dan Main Lobby JCC ini menggandeng 20 exhibitor yang terdiri dari 4 operator telekomunikasi, 10 vendor seluler, serta 6 perusahaan pendukung dan aksesori. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Perusahaan telekomunikasi harus melakukan adaptasi, bertransformasi organisasi dan digital agar lebih lincah menghadapi gempuran disrupsi teknologi.

Penyederhanaan organisasi perusahaan yang bertumpu pada keterbukaan terhadap budaya dan inovasi digital wajib dilakukan demi menjamin layanan yang prima dan kepuasan pelanggan.

Ini kesimpulan seminar diskusi Disrupsi Telekomunikasi: Beradaptasi atau Tenggelam yang diselenggarakan oleh ICT Institute pada hari Rabu (5/2/2020).

Hadir sebagai pembicara pada seminar tersebut Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi dan Pengamat Telekomunikasi Nonot Harsono.

Heru mengatakan, disrupsi teknologi mengancam keberlangsungan operator telekomunikasi.

Bisnis legacy seperti voice dan SMS tidak lagi bisa diandalkan dan mulai tergantikan oleh layanan teknologi digital baru over-the-top (OTT).

Baca: Wisuda Perbanas Institute tahun 2020, Rektor Hermanto Soroti Perlambatan Ekonomi Global

Baca: Cerita Orang Tua WNI yang Dikarantina: Jangankan Telepon, SMS pun Tak Dibaca

Baca: PM China Telepon Presiden Uni Eropa Minta Bantu Penanganan Wabah Virus Corona

Disrupsi teknologi mengubah banyak hal, mulai dari bisnis, kompetisi, adopsi dan inovasi teknologi, hingga perubahan organisasi.

“Disrupsi tidak bisa dihindari dan harus dihadapi operator telekomunikasi," katanya.

Nonot mengatakan, supaya bertahan dan bertumbuh, operator telekomunikasi perlu melakukan transformasi yang bertumpu pada tiga aspek, yakni merumuskan kembali visi dan kepemimpinan, inovasi dan adopsi teknologi baru, serta transformasi organisasi dan budaya digital.

Nonot mengungkapkan, transformasi digital bagi operator telekomunikasi lebih dari sekadar menjalankan bisnis dengan teknologi digital, karena memerlukan adaptasi proses, sistem, dan budaya organisasi.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas