Tribun Techno

Blokir Ponsel Ilegal Lewat IMEI Akan Diujicoba Senin Lusa

Uji coba juga hanya akan menggunakan sampel dummy. Artinya, perangkat yang saat ini sudah tersambung layanan seluler tidak akan terganggu.

Editor: Choirul Arifin
Blokir Ponsel Ilegal Lewat IMEI Akan Diujicoba Senin Lusa
freepik.com
Kominfo menunda uji coba aturan pemblokiran ponsel ilegal atau black market (BM) melalui nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI). Semula rencana ini akan diuji coba pada 13-14 Februari 2020. 

Kemudian, Kemenperin bisa melakukan uji coba untuk analisis data dump tersebut.

Meskipun jadwal uji coba mundur, Hadiyana menegaskan pemerintah tetap berkomitmen mengimplementasikan aturan ini sesuai jadwal.  

"Kami commit untuk implementasi pada 18 April tersebut," ujarnya. Hadiyana mengatakan bahwa pemerintah masih menggodok skema pemblokiran. 

Menteri Kominfo Johnny Plate sebelumnya mengatakan ada dua skema yang sedang dibahas, yakni whitelist dan blacklist. 

Metode blacklist dilakukan dengan langsung memblokir ponsel-ponsel yang terdeteksi ilegal oleh sistem EIR (Equipment Identity Register). Sementara, metode whitelist melibatkan konsumen untuk mengecek sendiri apakah IMEI perangkat terdaftar atau tidak. 

"Nah (keputusan) ini sedang dilakukan dalam waktu dua minggu untuk proof of concept. Setelah dua minggu dari sekarang, kami akan bertemu dan akan memilih pakai blacklist atau whitelist," ujar Johnny di sela rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Rabu (5/2/2020).

Laporan: Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul  17 Februari, Pemerintah Uji Coba Blokir Ponsel BM via IMEI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas