Tribun Techno

Arab Saudi Berambisi Jadi Leader Global di Teknologi AI, Siapkan Dana 20 Miliar Dolar AS

Arab Saudi dan Bank Dunia telah meluncurkan inisiatif untuk meningkatkan ekonomi digital di negara berkembang

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Arab Saudi Berambisi Jadi Leader Global di Teknologi AI, Siapkan Dana 20 Miliar Dolar AS
Arab News
KTT Artificial Intelligence (AI) Global yang digelar di Riyadh, Arab Saudi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, RIYADH - Arab Saudi meluncurkan strategi bernilai miliaran dolar pada hari Rabu lalu, dalam ambisinya menjadi pemimpin global di bidang teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan data pada 2030.

Strategi ini tujuannya adalah tidak hanya untuk melatih 20 ribu spesialis dan pakar, namun memiliki 300 startup aktif, dan menggelontorkan 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dalam investasi nasional dan asing terkait teknologi data dan AI.

Seperti yang disampaikan Presiden Otoritas Data dan AI Saudi, Abdullah bin Sharaf Al-Ghamdi dalam KTT AI Global yang digelar di Riyadh, Arab Saudi.

"Arab Saudi ingin menjadi contoh terbaik secara global dalam menggunakan AI untuk pembangunan suatu negara," ujar Al-Ghamdi.

Baca juga: Hadirkan Smart City, Arab Saudi Tandatangani Perjanjian AI dengan IBM, Alibaba, dan Huawei

Strategi itu, kata dia, merupakan langkah Arab Saudi untuk bertransformasi menjadi tempat di mana data terbaik dan kecerdasan buatan menjadi hal yang nyata.

"Ini menetapkan dasar dan arah yang akan kami gunakan untuk membuka potensi data dan AI demi memenuhi prioritas transformasi nasional kami dan menetapkan Arab Saudi sebagai pelopor global untuk data dan AI," tegas Al-Ghamdi.

Baca juga: Maskapai Etihad Gunakan Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Kurangi Limbah Makanan di Pesawat

Ia mengatakan Arab Saudi memandang KTT ini sebagai platform tahunan yang akan melihat AI dengan cara yang positif.

"Ini akan meningkatkan kolaborasi internasional, daripada persaingan," kata Al-Ghamdi.

Menurutnya, potensi AI selama ini telah menyebabkan persaingan sengit antar negara dalam mengklaim kepemimpinan secara global.

"Telah terjadi perdebatan yang terlalu negatif tentang risiko dan bahayanya," jelas Al-Ghamdi.

Dikutip dari laman Arab News, Jumat (23/10/2020), KTT perdana ini sebenarnya diadakan untuk mengeksplorasi peran kecerdasan buatan di era global baru dan bagaimana potensi transformasinya dapat digunakan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi dunia.

"Tujuan KTT ini adalah untuk mempercepat AI dalam pembangunan berkelanjutan di negara-negara kurang kaya, sehingga tidak ada yang tertinggal," papar Al-Ghamdi.

Arab Saudi dan Bank Dunia telah meluncurkan inisiatif untuk meningkatkan ekonomi digital di negara berkembang dan memberdayakan mereka untuk mempercepat teknologi AI.

Direktur Pusat Informasi Nasional Arab Saudi, Esam Al-Wagait mengatakan perjanjian itu akan menjalin kemitraan untuk mempercepat pengembangan AI di negara-negara yang kurang beruntung di Afrika.

Wakil Presiden Infrastruktur di Bank Dunia Makhtar Diop menyampaikan kemitraan ini tentunya akan membantu pemerintah negara-negara tersebut untuk membangun kemampuan AI dan menetapkan kebijakan pembangunan yang relevan.

Ada fokus pembangunan teknologi ini di benua Afrika, hal itu berdasarkan niat bersama dari kemitraan strategis.

Ini juga bertujuan untuk membantu negara berkembang dalam menciptakan solusi inovatif untuk tantangan ekonomi dan sosial mereka.

Serta berkontribusi dalam peningkatan efisiensi pada semua sektor penting di negara-negara ini melalui AI.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas