Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

‘Nyantol’ Orderan Tapi Ragu, Diver Gojek Pilih Lapor Ofik Biar Aman

“Enaknya kalau ragu begini langsung lapor ya, Lapor Ofik (Order Fiktif),” jelas dia.

‘Nyantol’ Orderan Tapi Ragu, Diver Gojek Pilih Lapor Ofik Biar Aman
Tribunnews.com/Chrysnha
Driver Gojek melintas di jalanan 

"Fitur untuk menjaga keamanan mitra dari order fiktif, merupakan inovasi terbaru dari Gojek Shield yang terus kami tingkatkan untuk kebutuhan para mitra di lapangan," ucap Ganesha dalam diskusi virtual, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Masih Pandemi, Gojek Lakukan Inovasi ini untuk Dukung Keamanan dan Kenyamanan Bepergian

Menurutnya, order fiktif ini sangat merugikan para mitra driver.

Hal ini dikarenakan saat driver sudah mengantarkan orderan seperti makanan, tetapi yang memesan tidak ditemukan.

"Hal ini merugikan mitra kami, karena telah membayar orderan tersebut tetapi tidak ada yang memesan atau hanya sekedar iseng saja," kata Ganesha.

Maka dari itu, lanjut Ganesha, Keberadaan fitur keamanan yang terdapat dalam Gojek Shield ini diharapkan mampu melindungi mitra dari kejahatan order fiktif.

"Terkait fitur baru ini, sebanyak 92 persen mitra Gojek merasa akun mereka lebih aman dalam menerima orderan dari para pelanggan," ujar Ganesha.

Perlindungan Berlapis Gojek

Selain Lapor Ofik, Gojek juga mempertebal keamanan sebagai platform digitak transportasi dewasa ini.

Yakni mulai dari intervensi chat, Verifikasi Muka, GeoFencing, hingga Deteksi Aplikasi dan Perangkat Terlarang.

Head of Driver Operations Trust & Safety Gojek, Kelvin Timotius mengatakan, misi Gojek adalah memberi keamanan bagi mitranya.

Sehingga, sejumlah fitur keamanan telah disiapkan untuk mencegah tindak kejahatan yang mungkin terjadi.

-Intervensi Chat

Kelvin mengatakan, pihaknya bisa mendeteksi obrolan atau chat yang mencurigakan dari fitur tersebut.

"Kalau ada chat yang mencurigakan, bisa kami deteksi dan intervensi," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/10/2020).

-Verifikasi Muka

Driver Gojek wajib melakukan verifikasi muka sebelum login ke aplikasi.

"Kita mau mencegah penyalahgunaan akun driver."

"Semua orang harus verifikasi muka sebelum login," kata dia.

-GeoFencing

Fitur ini bisa mendeteksi apabila ada kerumunan driver Gojek di suatu tempat.

Sehingga, penyebaran Covid-19 bisa dicegah melalui fitur GeoFencing.

"Ini langkah nyata yang kami lakukan, kami bisa mendeteksi kerumunan driver," ungkap Kelvin.

-Deteksi Aplikasi dan Perangkat Terlarang

Aplikasi ilegal yang digunakan oleh driver atau pengguna bisa diblokir melalui fitur ini.

"Aplikasi yang tidak resmi ini bisa mengganggu aktivitas driver," papar Kelvin.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan survei kepuasan driver untuk setiap bulannya.

Dalam survei itu, kepuasan driver terhadap fitur keamanan selalu meningkat.

"Survei yang kami lakukan setiap bulan, 92 persen mitra driver puas dengan keamanan driver akun mereka."

"Kalau driver kami merasa aman, akhirnya customer juga merasa aman," pungkasnya.

(Tribunnews.com/ Chrysnha)

Ikuti kami di
Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Drajat Sugiri
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas