Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Semangat Inovasi

Gagal Buka Cabang di Jakarta, Tak Kehabisan Akal Pengusaha Brownies Ini Pilih Buka Toko Online

Arlene membeberkan bahwa untuk bertahan di keadaan new normal seperti saat ini, ia terus menggencarkan penjualan usaha kulinernya secara online

BizzInsight
Gagal Buka Cabang di Jakarta, Tak Kehabisan Akal Pengusaha Brownies Ini Pilih Buka Toko Online
Tokopedia.com/96bakery
Mix Chocolate & Almond Brownies Panggang by 96 Bakery. 

TRIBUNNEWS.COM - Merintis dan menjalani usaha bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan strategi dan perencanaan yang matang atas berbagai kemungkinan yang terjadi, terutama di tengah kondisi perekonomian dunia yang tidak stabil seperti saat ini.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan akibat pandemi, saat ini UMKM sangat terdampak baik dari sisi supply maupun demand. Hal ini terutama disebabkan adanya pembatasan interaksi fisik yang mengubah perilaku dan pola konsumsi masyarakat sebagai konsumen.

Keadaan ini menuntut para pelaku bisnis untuk dapat beradaptasi demi tetap mempertahankan laju bisnis dan melayani para pelanggan. Termasuk harus mengatur ulang strategi atau menunda banyak rencana.

Hal itu turut dialami salah satu pelaku usaha kuliner di Kota Medan, Sumatera Utara. Akibat pandemi yang terjadi, Arlene Natasha, pemilik usaha 96 Bakery menceritakan kepada Tribunnews.com bahwa ia harus menunda rencana untuk membuka cabang dan menjangkau pelanggannya yang banyak berasal dari Jakarta. 

“Sebenarnya ingin buka cabang di Jakarta. Banyak juga customer saya dari Jakarta dan minta kita buka cabang juga di Jakarta. Tapi melihat pandemi seperti ini, jadi nggak mungkin buka cabang sekarang. Jadi, belum tau diundur sampai kapan,” ungkap Arlene, Jumat (5/2/2022).

Arlene membeberkan bahwa untuk bertahan di keadaan new normal seperti saat ini, ia terus menggencarkan penjualan usaha kulinernya melalui promo-promo dan online. Selain itu, ia turut menerapkan protokol kesehatan yang ketat di toko fisik 96 Bakery yang berlokasi di Jl. Kolonel Sugiono (Wajir) No.2E Kota Medan.

Usaha yang dirintis sejak duduk di bangku SMA ini berawal dari kesukaan Arlene pada brownies, hingga akhirnya ia mencoba membuat penganan berbahan dasar coklat ini sendiri.

Beberapa menu dari 96 Bakery.
Beberapa menu dari 96 Bakery. (Tokopedia.com/96bakery)

Kemudian, Arlene pun memberanikan diri untuk menjual brownies buatannya dan mempromosikannya melalui media sosial Instagram @96Bakery. Tak disangka, brownies buatan Arlene banyak diminati masyarakat sehingga Arlene akhirnya membuka toko fisik 96 Bakery di tahun 2017.

Selain brownies modern, kini 96 Bakery juga menyuguhkan beragam menu lain, seperti Bomboloni Donut yang menjadi salah satu menu unggulan.

Jangkau pelanggan lebih luas

Meskipun pandemi membuatnya harus menunda untuk membuka cabang di Jakarta, bukan berarti Arlene tak bisa menjangkau para pecinta brownies dan menu unggulan 96 Bakery lainnya. Selain menggencarkan penjualan melalui media sosial, ia memutuskan untuk memperluas pasar dengan membuka toko online di marketplace Tokopedia.

Arlene mengungkapkan bahwa dirinya memiliki alasan tersendiri yang membuatnya melabuhkan hati dan membuka toko online miliknya di Tokopedia.

“Saya pribadi sebagai customer Tokopedia senang sama Tokopedia karena user friendly banget dan gampang cara pakainya. Jadi, saya kira ya masuk aja (jualan) sekalian di Tokopedia juga dan itu pun sekalian menjangkau customer-customer saya yang di luar kota juga,” papar Arlene.

Ia pun mengungkapkan bahwa penjualan di marketplace membuatnya menjangkau lebih banyak pelanggan bahkan ke luar kota meskipun harus menunda rencana untuk membuka cabang. Tak hanya itu, dengan banyaknya pengguna Tokopedia, usaha kuliner 96 Bakery milik Arlene pun bisa menjadi lebih dikenal dan ter-branding lebih luas.

Toko 96 Bakery di Tokopedia.
Toko 96 Bakery di Tokopedia. (Tokopedia.com/96bakery)

Selain itu, dengan memanfaatkan fitur-fitur dari Tokopedia seperti layanan Bebas Ongkir, ia turut bisa memanjakan para pelanggannya hingga ke seluruh wilayah di Indonesia. 

“Yang paling signifikan dan disukai di Tokopedia itu Bebas Ongkirnya. Apalagi brownies kita tahan, karena kalau bebas ongkir kan biasanya 3-5 hari dan brownies kita tahan dan masih bisa dimakan,” paparnya.

Arlene mengungkapkan, dengan adanya voucher dan Bebas Ongkir dari Tokopedia yang begitu disukai masyarakat, omzetnya pun meningkat. Untuk setiap bulannya rata-rata ia bisa menerima 30 hingga 40 orderan melalui Tokopedia.

Memahami bahwa memulai usaha di usia yang masih muda bukanlah suatu hal yang mustahil, Arlene pun berpesan kepada generasi muda yang kerap ragu untuk memulai bisnisnya.

“Saya sendiri awalnya iseng-iseng aja karena bosan di sekolah jadi iseng buat kue. Mungkin masih muda masih belum tau pengennya jadi apa, paling selagi masih muda coba aja semua. Terserah mau coba jual baju, tanaman, makanan, apa pun yang bisa dijual ya coba jual dulu. Liat mana yang jalan, mana yang suka, baru ke depannya nanti difokuskan,” pesan Arlene.

Penulis: Nurfina Fitri Melina/Editor: Firda Fitri Yanda

Ikuti kami di
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas