Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Diapresiasi Kemenkop dan USAID, Start Up Digikopin Modernisasi Bisnis Koperasi ke Digital

Digitalisasi Kotesebha melalui Digikopin ini unik karena berangkat dan fokus dari retail bisnisnya koperasi.

Diapresiasi Kemenkop dan USAID, Start Up Digikopin Modernisasi Bisnis Koperasi ke Digital
dok.
Aplikasi Digikopin di smartphone Android. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM dan Lembaga Bantuan Pembangunan Amerika Serikat (USAID) mengapresiasi langkah digitalisasi bisnis yang kini dijalankan oleh Koperasi Tetap Setia Bayangkara (Kotesebha) PP Polri melalui aplikasi Digikopin.

Aplikasi Digikopin dinilai berhasil mengembangkan platform layanan distribusi dan retail untuk koperasi. Hal itu terungkap dalam diskusi kajian modernisasi koperasi yang dilakukan  Kementerian Koperasi dan UKM bersama USAID bertema ‘Modernisasi Koperasi Berbasis Kewirausahaan’ yang digelar di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Asisten Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi, Christina Agustin MM menyatakan apresiasinya kepada para provider IT yang telah bersedia membantu layanan digitalisasi koperasi.

"Atas nama Pemerintah kami sangat terbantu dengan ada perusahaan IT yang telah bekerja membantu Koperasi dalam proses digitalisasi. Program pemerintah dalam mendukung koperasi menjadi lebih efektif dan efisien dengan adanya digitalisasi ini," ujar Christina.

Baca juga: Periscope Tutup Layanan di Play Store dan App Store, Pamitan di Twitter

Modernisasi Koperasi Kotesebha milik PP Polri melalui aplikasi Digikopin mendapat sorotan khusus karena menjadi satu-satunya perusahaan penyedia layanan IT yang mengembangkan platform layanan distribusi dan retail untuk Koperasi.

Baca juga: Tiga Aplikasi Ramadhan Ini Bisa Mengatur Aktivitas Selama Bulan Puasa

Sebagai start up aplikasi yang relatif muda, Digikopin memilih melayani koperasi di sektor riil.

Christina Agustin mengatakan, banyak aplikasi lain yang telah berpengalaman bertahun-tahun berkonsentrasi pada koperasi di sektor keuangan dengan mengembangkan system core banking.

Digikopin3
Asisten Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi Christina Agustin MM (berdiri, tengah) dan Ketua Tim EGSA (Economic growth Support Activity) USAID, Dr. Subagyo (berdiri kelima dari kiri) berfoto bersama delapan provider IT dan enam koperasi pengguna digitalisasi pada diskusi ‘Modernisasi Koperasi Berbasis Kewirausahaan’ di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Digitalisasi Kotesebha melalui Digikopin ini unik karena berangkat dan fokus dari retail bisnisnya koperasi. "Selama ini digitalisasi banyak dimulai dan dilakukan pada koperasi di sektor keuangan atau simpan pinjam,” ujar Christina Agustin.

Nurlia Nafusa, Direktur Utama PT Digikop Cipta Indonesia (DCI) pemilik aplikasi Digikopin menyatakan, meski menghadapi banyak tantangan dalam usia baru satu tahun, dia meyakini pengembangan platform untuk layanan distribusi dan ritel koperasi merupakan pilihan  tepat dan berimplikasi luas bagi upaya modernisasi manajemen dan bisnis koperasi di Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM serta USAID yang memberikan perhatian khusus kepada aplikasi Digikopin yang mengembangkan layanan IT distribusi dan ritel bagi Kotesebha. Apresiasi ini membuat kami semakin termotivasi terus mengembangkan layanan-layanan IT kami untuk koperasi-koperasi lain di Tanah Air,” ujar Nurlia, Sabtu (3/4/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas