Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Transformasi Digital Perusahaan Butuh Akselerator? Aplikasi Ini Bisa Jadi Opsi

Proses integrasi data dari berbagai macam aplikasi cenderung lama dan memerlukan perombakan sistem atau pembuatan sistem baru.

Transformasi Digital Perusahaan Butuh Akselerator? Aplikasi Ini Bisa Jadi Opsi
IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Hasiolan Eko Purwanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan dan lembaga dituntut lebih inovatif dan adaptif pada masa pandemi. Namun kecepatan proses inovasi dan adaptasi tersebut memerlukan landasan data yang komprehensif sehingga tidak salah arah dalam pengambilan keputusan.

Faktanya, ebagian besar perusahaan mengalami kesulitan untuk melakukan transformasi digital untuk beradaptasi dengan perkembangan situasi seperti tercecernya data-data di lingkungan perusahaan atau lembaga tersebut.

Hal ini terjadi akibat banyaknya sumber data dan aplikasi yang dipakai perusahaan itu sendiri dan menyebabkan pengambilan keputusan menjadi sulit dan memakan waktu yang lama karena perusahaan harus melakukan secara manual untuk melihat semua data yang tercecer tersebut.

Bachtiar Rifai, Co-founder dan CEO KolaWork mengatakan, unifikasi data atau menyatukan data adalah salah satu solusinya. Namun unifikasi data dipengaruhi oleh beberapa faktor:

Pertama, proses integrasi data dari berbagai macam aplikasi cenderung lama dan memerlukan perombakan sistem atau pembuatan sistem baru.

Kedua, data-data yang tidak standar atau “data kotor” diantara berbagai divisi di dalam perusahaan itu sendiri sehingga menyulitkan proses unifikasi.

Baca juga: Realme Segera Kenalkan Ponsel Anyar Seri Dizo dengan AIoT Terbaru

Ketiga, mahalnya biaya proses integrasi data dari berbagai aplikasi perusahaan dan jarangnya sumberdaya operator data yang handal di Indonesia.

Tak heran, pemerintah dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggara negara, di 2019 telah meluncurkan Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia.

Baca juga: Kini Konten Kreator dan Influencer Bisa Dapat Penghasilan Tambahan dari Instagram dan Facebook

Peraturan ini tentunya dibuat dengan alasan yang kuat karena adanya masalah tercecernya data di lingkungan pemerintahan.

Baca juga: Google Perkenalkan Fitur Baru, Ada Peringatan Gempa Bumi hingga Navigasi untuk Mobil Listrik

Halaman
123
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas