Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Lembaga CISSRec Sarankan Pejabat RI Tinggalkan WhatsApp, Ini Alasannya

beberapa petinggi negara telah menjadi korban kejahatan siber Pegasus salah satunya presiden Prancis, Emmanuel Macron

Lembaga CISSRec Sarankan Pejabat RI Tinggalkan WhatsApp, Ini Alasannya
ISTIMEWA
Virus atau malware adalah musuh utama laptop maupun perangkat elektronik lainnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi spyware Pegasus yang dikembangkan sebuah perusahaan asal Israel NSO Group, membuat heboh dunia maya.

Bagaimana tidak, akibat tindakan itu beberapa petinggi negara telah menjadi korban kejahatan siber Pegasus salah satunya presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Macron pun geram dan meminta pertanggung jawaban kepada Israel terkait spyware yang menimpa dirinya dan beberapa pejabat tinggi Prancis.

Spyware Pegasus juga diprediksi akan mengintai banyak negara melalui penggunaan sistem operasi dan aplikasi yang tersedia di platform Android dan iOS.

Aplikasi WhatsApp pun menjadi sasaran empuk Pegasus dan telah terlibat dalam pembocoran percakapan sejumlah pejabat negara.

Baca juga: Saat Presiden Prancis Desak Israel Gegara Spyware, Bagaimana dan Apa Itu Serangan Siber Pegasus?

Lembaga Communications and Information System Security Research Center (CISSrec), bahkan menyarankan agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar tidak menggunakan aplikasi WhatsApp.

Hal ini sebagai bentuk antisipasi karena target serangan Pegasus saat ini mengincar sejumlah kepala negara dan pejabat pemerintah di berbagai negara.

"Presiden Jokowi dan para pejabat penting negara harus waspada, disarankan tidak lagi memakai Whatsapp karena menjadi pintu masuk serangan Pegasus," kata pakar keamanan siber dari Lembaga CISSRec, Pratama Persadha, dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Pratama menjelaskan bahwa cara kerja Pegasus terbilang senyap dan cenderung sulit terdeteksi. Spyware jenis ini akan masuk ke sistem keamanan ponsel dan mengumpulkan seluruh data ponsel untuk dikirimkan pada server pengirim malware.

Baca juga: India Dituduh Pakai Spyware Pegasus Israel ke Pengkritik Pemerintah

Halaman
12
Penulis: Fandi Permana
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas