Tribun Techno

Akselerasi Pengguna Internet Capai 202,6 Juta di Masa Pandemi

Situasi Pandemi Covid-19 mendorong akselerasi pengguna Internet. Data pengguna internet di Indonesia sudah mencapai angka 202,6 juta.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Akselerasi Pengguna Internet Capai 202,6 Juta di Masa Pandemi
istimewa/Kompas.com
Ilustrasi internet. 

Reynas Abdila/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR Komisi I Nurul Arifin menjabarkan data pengguna internet di Indonesia sudah mencapai angka 202,6 juta.

Menurutnya hal itu didorong pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia.

"Penggunaan internet sangat berperan di era pandemi yang serba digital sehingga pembelian gawai menjadi marak dan perkembangan platform online menjadi survive dan kuat untuk menembus dan berdaya di era pandemi ini," katanya dalam webinar Aptika Kominfo, dikutip Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Kemkominfo Targetkan 50 Juta Masyarakat Terliterasi Digital Pada 2024

Ia menuturkan internet menjadi lompatan besar dalam peradaban modern saat ini.

Pertukaran informasi yang cepat di dunia sekarang terjadi berkat adanya internet yang bisa menghubungkan orang dengan orang lain di belahan dunia manapun.

Selain itu, internet juga dapat kita manfaatkan untuk mengembangkan potensi diri serta meningkatkan skill (kemampuan diri).

"Pemanfaatan internet yang positif tentu bisa kita rasakan jika kita menggunakan internet secara bijak. Kita dapat mengedukasi diri kita melalui internet dan platform digital secara mandiri," lanjutnya.

Baca juga: Apa Itu Kiamat Internet? Fenomena Akibat Badai Matahari Besar

Pemerintah pun juga memberikan fasilitas pengembangan diri dan pelatihan seperti Program Kartu Prakerja.

Program pelatihan seperti ini akan membantu kita untuk dapat membangun karir dengan memanfaatkan internet yang menjadi sangat penting di era pandemi saat ini.

Direktur Kantor Internasional Telkom University Lia Yuldinawati mengatakan era digital menjadi penting sejak pandemi.

Di masa pandemi ini, kebiasaan sangat berubah dan mempengaruhi gaya hidup dan ekosistem manusia.

"Sebelum pandemi, sebagai makhluk sosial kita harus berkumpul untuk berdiskusi, menghubungi dosen langsung ke ruangan karena melalui pesan justru menimbulkan kesan tidak sopan," tuturnya.

Namun, setelah pandemi ini semuanya menjadi serba virtual, tidak terkecuali berolahraga dan berbelanja.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas