Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Techno
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pangsa Pasar Game Indonesia Tumbuh Cepat di Asia, Bersaing dengan India serta Thailand

Pendapatan industri game di Indonesia selama tahun 2021 termasuk e-sport mencapai 2,08 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 30 triliun

Pangsa Pasar Game Indonesia Tumbuh Cepat di Asia, Bersaing dengan India serta Thailand
istimewa
Ketua Harian Pengurus Besar (PB) Esport Indonesia, Bambang Sunarwibowo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Harian Pengurus Besar E-sport Indonesia (PBESI) Bambang Sunarwibowo mengatakan, saat ini setidaknya ada 118 juta pemain game di Indonesia dan 44,2 juta diantaranya adalah pemain e-sport.

Data dari Evos e-sport,  populasi generasi Z di Indonesia saat ini mencapai 67 juta jiwa, sedangkan generasi milenial mencapai 62 juta jiwa.

"Angka ini, menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar e-sport yang sangat potensial," kata Ketua Harian Pengurus Besar E-sport Indonesia (PBESI) Bambang Sunarwibowo dalam diskusi virtual, Minggu (26/9/2021).

Bambang menambahkan, pendapatan industri game di Indonesia tahun 2021 termasuk e-sport mencapai 2,08 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 30 triliun, meningkat jauh dibandingkan tahun  2020, yang hanya Rp 15,7 triliun, 

Indonesia menjadi pangsa pasar game di Asia dan memiliki pertumbuhan yang cepat, bersaing dengan India serta Thailand.

Baca juga: Tutup Eksibisi Esports PON XX, Bamsoet: Olahraga Ini Bisa Berkontribusi Besar Bagi Perekonomian

Namun disayangkan, sampai saat ini masih menjadi pasar dalam ekosistem e-sport ini sehingga PBESI berupaya untuk mendukung pertumbuhan ekosistem e-sport dalam negeri.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan bagi pelaku industri game Indonesia.

Ia menegaskan ada tiga kata kunci untuk dapat bertahan di era pandemi ini, yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

"Kemenparekraf terus berkomitmen untuk melakukan pendampingan bagi pelaku industri game Indonesia," ujar Nia.

Indonesia diketahui juga akan berpartisipasi dalam agenda Tokyo Game Show (TGS) 2021 pada 30 September – 3 Oktober mendatang di Jepang. Ada 19 developer game asal Indonesia yang akan berpartisipasi dalam acara tersebut.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi menekankan komitmen penuh KBRI Tokyo dalam mendukung pengembangan industri game Indonesia, termasuk dalam hal pengawalan business deal hingga “menetas”.

Baca juga: Piala Presiden Esports 2021 Dapat Dukungan Pemerintah Siap Digelar

“Event Tokyo Game Show” ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk tingkatkan profil dan bisnis industri game Indonesia”, kata Dubes Heri.

Jin Hashimoto dari Creek and River, salah satu agency besar Jepang yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan digital, turut memaparkan mengenai karakteristik industri game di Jepang dan potensi kolaborasi yang dapat terjalin dengan developer Indonesia.

Jin Hashimoto mengatakan, sebagai mitra KBRI Tokyo, Creek and River juga berkomitmen memberikan fasilitasi pengembangan talent-talent Indonesia di bidang ekonomi digital.

Seluruh delegasi Indonesia yang berada di bawah naungan program “Archipelageek by Indonesia” nantinya akan berkesempatan merepresentasikan Indonesia dan menampilkan produk game buatan lokal dalam virtual booth pavilion Indonesia. Termasuk di antaranya melakukan business meeting dengan para buyer dari Jepang.(Tribun Network/har/wly)

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas