Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

KSP Dudung Ungkap 1,5 Miliar Serangan Siber ke Indonesia Sejak Awal 2026

Serangan siber saat ini tidak lagi hanya mengincar data personal, melainkan sudah menyasar infrastruktur strategis negara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Choirul Arifin
zoom-in KSP Dudung Ungkap 1,5 Miliar Serangan Siber ke Indonesia Sejak Awal 2026
Tribunnews.com/Taufik Ismail
SERANGAN SIBER — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Dudung menyebut keamanan siber Indonesia tengah menghadapi ancaman serius. Ada 1,52 miliar serangan siber sejak awal tahun hingga pertengahan April 2026.  
Ringkasan Berita:
  • Indonesia menghadapi 1,52 miliar serangan siber sejak awal tahun hingga pertengahan April 2026. 
  • Serangan yang sangat masif dalam kurun waktu kurang dari 4 bulan ini menegaskan bahwa ruang digital nasional sedang dalam kondisi rawan.
  • Serangan siber saat ini tidak lagi hanya mengincar data personal, melainkan sudah menyasar infrastruktur strategis negara.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengungkapkan, keamanan siber Indonesia tengah menghadapi ancaman serius. Ada 1,52 miliar serangan siber sejak awal tahun hingga pertengahan April 2026. 

Data tersebut disampaikan Dudung melalui pernyataan video resmi KSP yang dirilis kepada rekan media di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Dijelaskan Dudung, serangan yang sangat masif dalam kurun waktu kurang dari 4 bulan ini menegaskan bahwa ruang digital nasional sedang dalam kondisi rawan dan perlu langkah taktis dan terpadu untuk membentengi sistem keamanan siber nasional.

"Tren peningkatan tersebut berlanjut pada awal 2026. Selama periode 1 Januari hingga 15 April 2026, tercatat 1,52 miliar serangan siber," ungkap Dudung.

Dudung memaparkan, serangan siber saat ini tidak lagi hanya mengincar data personal, melainkan sudah menyasar infrastruktur strategis negara. Spektrum ancaman digital ini dinilai sangat luas dan berpotensi memicu ketidakstabilan nasional jika tidak segera ditangani secara serius.

"Hari ini, serangan siber tidak hanya menyasar individu, tetapi juga lembaga pemerintahan, sektor ekonomi, pelayanan publik, hingga keamanan nasional. Mulai dari pencurian data pribadi, penipuan online, penyebaran hoaks, provokasi, peretasan sistem, hingga propaganda radikalisme melalui media digital," lanjutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ledakan serangan siber ini merupakan kelanjutan dari tren buruk yang terjadi pada tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang tahun 2025 lalu jumlah serangan siber di Indonesia sudah menembus angka 5,5 miliar serangan.

Baca juga: Serangan Siber Morpheus Bisa Memata-matai Jurnalis & Aktivis, Bagaimana Cara Menghindarinya?

Angka sepanjang tahun 2025 tersebut merepresentasikan lonjakan yang sangat ekstrem, yakni naik hingga 714 persen atau tujuh kali lipat jika dibandingkan dengan rata-rata tahunan serangan siber selama periode rentang tahun 2020 hingga 2024.

Untuk meredam ancaman, Dudung menegaskan bahwa sinergi antara pertahanan pemerintah dan kesadaran masyarakat harus berjalan beriringan. Publik diminta memperkuat literasi digital dan proteksi data pribadi.

Baca juga: Ancaman Serangan Siber Makin Masif ke RI, Rata-rata Kerugian Rp 8 Triliun Per Tahun

"Kantor Staf Presiden juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan ancaman siber dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu. Namun pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan digital," pungkasnya.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas