Tribun Techno

iDMC Tantang Siswa Ciptakan Strategi Pemasaran Digital dengan Software Mimic Pro

Kontes ini menggunakan perangkat lunak Mimic Pro berbasis simulasi yang dikembangkan Stukent Inc dari Idaho, Amerika Serikat.

Editor: Choirul Arifin
iDMC Tantang Siswa Ciptakan Strategi Pemasaran Digital dengan Software Mimic Pro
dok.
iSB Digital Marketing Competition mengasah talenta digital marketing anak muda dengan software Mimic Pro. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Revolusi Industri saat ini ditandai dengan transformasi digital berupa penerapan teknologi dalam aktivitas e-marketing, termasuk di dalamnya tren e-commerce.

Karenanya, pebisnis perlu menjalankan strategi digital marketing agar memiliki arah dan target yang jelas dalam pemasaran digital.

Merespon tren ini, i3l School of Business (iSB) menyelenggarakan iSB Digital Marketing Competition (iDMC) khusus siswa dan siswi SMA dan SMK di Indonesia untuk menyiapkan diri menghadapi revolusi Industri sekaligus  mempertajam talenta digital marketing mereka.

Kontes ini menggunakan perangkat lunak Mimic Pro berbasis simulasi yang dikembangkan Stukent Inc dari Idaho, Amerika Serikat.

“Dengan menggunakan software ini, para peserta melakukan simulasi digital marketing di sebuah perusahaan, dimana mereka harus menentukan berbagai macam keputusan dalam implementasi SEM dan SEO. Selain itu mereka juga belajar untuk menganalisa metriks dari tiap ronde yang mereka jalankan,” kata Azalia Imani, Ketua Penyelenggara Acara iSB Digital Marketing Competition (iDMC), Selasa (26/10/2021).

Azalia menjelaskan, pihaknya menyiapkan sertifikat dan uang tunai Rp 7.5 bagi juara pertama, Rp 5 juta bagi juara kedua, dan Rp 3 juta untuk juara ketiga.

Baca juga: TaniHub Group Incar Kenaikan 3 Kali Lipat Petani yang On Boarding di Ekosistem Digitalnya

Total peserta yang mendaftar di kompetisi ini mencapai 37 tim. Pelaksanaan iDMC sendiri terbagi dalam tiga tahap, yakni awal seleksi semifinal dan final.

Terdapat 8 tim yang lolos ke babak Final meliputi, SMA Stella Maris Gading Serpong, Highfield Secondary School (SMA Highfield), Pahoa, Mondial, SMAN 15 Surabaya,Global Sevilla Puri Indah, SMAK 1 BPK Penabur Bandung,dan SDH Bangka.

Baca juga: NUchat, Medsosnya Warga Nahdliyin Hasil Kolaborasi dengan Supertext

Berdasarkan keputusan juri di seleksi final, ada tiga tim yang berhasil meraih juara.

Juara pertama diraih oleh SMA Pahoa, Juara 2 diraih oleh SMAN 15 Surabaya, dan juara 3 diraih oleh Global Sevilla Puri Indah.

Baca juga: Ini Jenis Smartphone Android Maupun iOS yang Tak Bisa Akses WhatsApp Mulai 1 November 2021

Graciella Felica Siada, siswi SMA Pahoa mengaku selama kompetisi ini ia belajar banyak mengenai digital marketing, mulai dari pengetahuan search engine marketing (SEM), jenis iklan yang dapat diimplementasikan dan juga strategi tepat untuk mengiklankan suatu produk.

“Lombanya sangat informatif. Saya mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan baru dalam mengikuti perlombaan ini," ujarnya.

Dia mengaku sebelumnya sama sekali belum memahami digital marketing. "Sekarang saya paham bahwa dalam mengiklankan sesuatu banyak tahapan-tahapan yang perlu dilakukan,” tuturnya.

Pelatih Perlombaan iSB Laras Pratiwi menambahkan kompetisi ini bersifat simulasi. Namun dengan dukungan platform Mimic Pro maka jadi siswa dan siswi dapat memahami lebih mudah penggunaan SEM dan juga SEO dalam sebuah perusahaan.

"Lomba ini diharapkan mampu menjadi pionir bagi dunia pendidikan untuk bisa bersinergi dengan beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan serta kecakapan dari para siswa siswi SMA maupun mahasiswa, sehingga mereka memiliki kemampuan yang cukup,” ujar Laras.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas