Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Spotify Tutup Kantornya di Rusia, Bentuk Protes Atas Invasi di Ukraina

Spotify menghapus semua konten dari media Rusia seperti RT dan Sputnik di Uni Eropa, Amerika Serikat dan pasar lain di seluruh dunia

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
zoom-in Spotify Tutup Kantornya di Rusia, Bentuk Protes Atas Invasi di Ukraina
Tek Deeps
Ilustrasi Spotify. Spotify Tutup Kantornya di Rusia, Bentuk Protes Atas Invasi di Ukraina 

Berdasarkan data dari statista.com, pendapatan pasar streaming musik di Rusia pada tahun 2018, posisi pertama ditempati oleh Apple Music, sebesar 28 persen. Dua pemain besar lainnya di segmen tersebut adalah layanan streaming musik dari situs jejaring sosial terbesar di Rusia Vk.com, Boom.

Kemudian di posisi selanjutnya ada layanan streaming audio Yandex Music, yang sahamnya tercatat di bawah 26 persen, dan disusul YouTube Music, sebesar 5,2 persen.

Pada tahun itu, platform streaming musik di Rusia memperoleh total 4,7 miliar rubel Rusia dari model pendapatan iklan dan langganan berbayar. Hal ini tentunya menggiurkan minat penyedia layanan streaming musik di dunia untuk mengembangkan bisnisnya di Rusia.

Spotify dan Apple Music didesak tunjukkan dukungan

Anggota komunitas musik Ukraina mendesak platform streaming musik seperti Apple Music dan Spotify untuk mengizinkan artis negara tersebut berbagi pesan politik di kedua platform itu sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Baca juga: Diblokir dari Sistem SWIFT, Rusia Siapkan Alternatif Untuk Pembayaran di Pasar Internasional

Musisi Ukraina berusaha untuk memanfaatkan platform streaming digital untuk menyampaikan kejadian dan peristiwa yang terjadi di negara mereka kepada Rusia dan dunia. Permohonan serupa juga disampaikan salah satu promotor yang berbasis di ibu kota Ukraina Kyiv, H2D melalui akun Instagram resmi mereka dan meminta raksasa streaming seperti Apple Music dan Spotify untuk mengubah sikap "tidak ada politik dalam musik" mereka.

"Kami, artis Ukraina, ingin mengubah sampul album dan trek kami untuk menyampaikan informasi ini kepada pendengar kami dari Rusia dan di seluruh dunia. Tapi ini tidak mungkin sekarang, karena platform streaming memegang posisi tidak ada politik dalam musik dan jangan lewatkan inisiatif kami. Musik tidak bisa lagi keluar dari politik," tulis H2D dalam unggahannya di akun Instagram resminya, h2d.concerts.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, sayangnya layanan streaming musik seperti Apple Music dan Spotify memiliki aturan tertentu terhadap pesan politik yang disampaikan di platformnya. Buntut lain dari serangan ini adalah dibatalkannya tur dan konser di Moskow dan di Kyiv, salah satunya tur konser yang akan dilakukan oleh musisi dan mantan anggota One Directions Louis Tomlinson.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas