Tribun Techno

Remaja 16 Tahun Asal Inggris Disebut Jadi Dalang Peretasan Samsung dan Microsoft 

Dalam beberapa bulan terakhir kelompok peretas Lapsus$ dilaporkan telah meretas beberapa perusahaan besar, seperti Microsoft, Nvidia, Samsung

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Remaja 16 Tahun Asal Inggris Disebut Jadi Dalang Peretasan Samsung dan Microsoft 
Foto McAfee Blog
Ilustrasi hackers (peretas) internet - Remaja 16 Tahun Asal Inggris Disebut Jadi Dalang Peretasan Samsung dan Microsoft  

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Dalam beberapa bulan terakhir kelompok peretas Lapsus$ dilaporkan telah meretas beberapa perusahaan besar, seperti Microsoft, Nvidia, Samsung dan Ubisoft.

Seorang remaja asal Inggris disebut sebagai pemimpin operasi peretasan ini.

Dilansir dari situs Theverge.com, Kamis (24/3/2022) pihak berwajib mengidentifikasi 7 akun yang terhubung dengan para peretas.

Baca juga: Jerman Peringatkan Adanya Dugaan Peretasan ke Pengguna Anti Virus Kaspersky

Salah satu akun milik remaja asal Brasil dan akun lainnya milik remaja berusia 16 tahun asal Inggris yang disebut sebagai pemimpin peretasan ini.

Remaja laki-laki asal Inggris ini, tinggal bersama ibunya di dekat Universitas Oxford. Menurut laporan dari situs berita Bloomberg mengatakan, mereka telah mendatangi rumah terduga pemimpin peretasan ini dan mencoba meminta keterangan dari Ibu peretas tersebut.

Namun ibu remaja terduga peretas ini, menolak untuk memberikan keterangan apapun mengenai putranya dan mengatakan masalah ini merupakan ranah penegak hukum.

Remaja ini, memang belum diproses secara hukum oleh pihak berwajib, dan tim peneliti belum bisa benar-benar menghubungkan remaja tersebut dengan aksi peretasan kelompok Lapsus$.

Selain dua remaja asal Inggris dan Brasil, Bloomberg melaporkan salah satu anggota kelompok Lapsus$ tampaknya adalah seorang peretas handal karena sempat membuat tim peneliti terkecoh, karena mengira peretasannya dilakukan menggunakan sistem otomatis.

Baca juga: AS Sita $3.6 Miliar Mata Uang Kripto Terkait Peretasan

Sedangkan menurut pakar keamanan siber, Brian Krebs mengatakan anggota inti Lapsus$ ada yang menggunakan sebutan ‘Oklaqq’ dan ‘WhiteDoxbin’, dengan membeli situs bernama Doxbin.

Situs ini merupakan tempat untuk memposting atau mencari informasi pribadi orang lain untuk tujuan doxing.

Doxing adalah suatu tindakan berbasis internet yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi individu maupun organisasi secara publik.

Lapsus$ secara terbuka mengejek korbannya dan membocorkan dokumen internal mereka. Thames River Police dan Badan Kejahatan Nasional Inggris tidak memberikan tanggapan apapun mengenai kabar ini.

Begitu juga dengan Kantor lapangan FBI di San Francisco, Amerika Serikat menolak untuk berkomentar mengenai peretasan kelompok Lapsus$.

Setelah melakukan peretasan pada perusahaan manajemen akses AS, Okta pada Selasa kemarin, Lapsus$ mengabarkan melalui saluran Telegram mereka akan beristirahat dari dunia peretasan perusahaan-perusahaan besar di dunia.

"Beberapa anggota kami ada yang libur sampai 30/3/2022. Kami mungkin akan diam untuk beberapa waktu. Terima kasih sudah mengerti kami. Kami akan mencoba membocorkan barang secepatnya," tulis peretas Lapsus$.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas