Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Uni Eropa Sepakat Gunakan Port Pengisian Daya Tunggal untuk Berbagai Perangkat

Uni Eropa akan menyepakati penggunaan port pengisian daya tunggal pada perangkat ponsel, tablet, dan headphone.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Uni Eropa Sepakat Gunakan Port Pengisian Daya Tunggal untuk Berbagai Perangkat
euronews/Christian Lue
Bendera Uni Eropa. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS – Negara-negara Uni Eropa dan anggota parlemen Uni Eropa akan menyepakati penggunaan port pengisian daya tunggal pada perangkat ponsel, tablet dan headphone.

Dikutip dari Reuters, Senin (6/6/2022) pertemuan yang berlangsung 7 Juni juga akan membahas proposal yang telah dikritik keras oleh Apple mengenai sistem port pengisian daya.

Proposal untuk satu port pengisian daya ponsel, pertama kali dicetuskan oleh Komisi Eropa lebih dari satu dekade lalu setelah pengguna iPhone dan Android mengeluh karena harus menggunakan pengisi daya yang berbeda untuk ponsel mereka.

Perangkat Apple melakukan pengisian daya melalui port kabel Lightning, sementara perangkat berbasis Android telah menggunakan konektor USB-C.

Pertemuan pada 7 Juni akan menjadi yang kedua dan kemungkinan yang terakhir di antara negara-negara Uni Eropa dan anggota parlemen Uni Eropa untuk membahas topik tersebut.

Baca juga: Gandeng Tata Power, Hyundai Siapkan Jaringan Pengisian Cepat Kendaraan Listrik

Isu lain yang menonjol termasuk perluasan ruang lingkup proposal untuk laptop, permintaan utama oleh anggota parlemen Uni Eropa yang kemungkinan akan berdampak pada Samsung, Huawei, dan produsen perangkat lainnya.

Baca juga: India Bangun Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Bertenaga Biogas

Rekomendasi Untuk Anda

Anggota parlemen Uni Eropa juga ingin memasukkan sistem pengisian nirkabel untuk diselaraskan pada tahun 2025, tetapi negara-negara Uni Eropa dan Komisi Eropa menginginkan periode pendahuluan yang lebih lama karena alasan teknis.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas