Tribun Techno

Kemajuan Transformasi Digital Indonesia Unjuk Gigi di Forum DEWG Ke-4 Bali

Di DEWG, WIR Group dan APJII menampilkan kilasan konsep metaverse sekaligus menunjukkan kesiapan platform berbasis Web 3.0  di Indonesia.

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kemajuan Transformasi Digital Indonesia Unjuk Gigi di Forum DEWG Ke-4 Bali
dok.
WIR Group dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menampilkan gambaran kemajuan transformasi digital Indonesia di ajang pertemuan keempat Digital Economy Working Group Meeting (DEWG) dan Digital Economy Ministerial Meeting (DEMM) di Mulia Resort Hotel, Bali, Minggu 28 Agustus 2022.  

Laporan Wartawan Tribunnews, Hasiolan Eko

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan teknologi WIR Group bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menampilkan gambaran kemajuan transformasi digital Indonesia di ajang pertemuan keempat Digital Economy Working Group Meeting (DEWG) dan Digital Economy Ministerial Meeting (DEMM) di Mulia Resort Hotel, Bali, Minggu 28 Agustus 2022. 

Di DEWG, WIR Group dan APJII menampilkan futuristic booth yang menampilkan kilasan konsep metaverse sekaligus menunjukkan kesiapan platform berbasis Web 3.0  di Indonesia.

Kerjasama ini merupakan langkah lanjutan setelah keduanya menandatangani nota kesepahaman untuk menampilkan kilasan konsep dari metaverse Indonesia di DEWG ke-4, yang mencerminkan terwujudnya infrastruktur berbasis web 3.0 serta dunia metaverse di Indonesia. 

“Kolaborasi ini merupakan langkah sinergis untuk menunjukkan kepada para peserta DEWG ke-4 dari negara-negara G20 bahwa Indonesia telah memiliki infrastruktur handal yang mendukung sekaligus merepresentasikan kesiapan platform industri teknologi berbasis web 3.0 di Indonesia,” ujar Muhammad Arif, Ketua Umum APJII dalam keterangan pers tertulisnya yang dikutip Selasa, 30 Agustus 2022.

Pertemuan DEWG ke-4 dan Digital Economy Ministerial Meeting (DEMM), Industry Task Force (ITF) menampilkan adopsi teknologi digital Indonesia kepada seluruh delegasi dari negara anggota G20. 

Dalam showcase ini, ITF menampilkan gambaran transformasi digital Indonesia dari berbagai sektor yang meliputi 4 pilar transformasi digital yaitu infrastruktur digital (digital infrastructure), pemerintahan digital (digital governance), ekonomi digital (digital economy) dan masyarakat digital (digital society) melalui 12 booth dari 12 perusahaan dan 2 instansi pemerintah. 

Baca juga: Memotret Masa Depan Era Metaverse Lewat Ajang NXC International Summit 2022

Menurut Muhammad Arif, metaverse yang berbasis teknologi Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) akan memerlukan kesiapan jaringan dan kapasitas yang mampu mendukung platform internet berbasis teknologi Web 3.0. 

“Kami di APJII tentunya akan selalu memberikan dukungan untuk tumbuhnya ekosistem dan memberikan kontribusi pengembangan teknologi web 3.0 guna mendukung platfom Metaverse Indonesia yang akan ditampilkan saat Presidensi G20,” ujarnya.  

“Merupakan tanggung jawab kami untuk berupaya semaksimal mungkin agar seluruh rangkaian kegiatan DEWG yang menjadi showcase kemajuan adopsi teknologi digital metaverse di Indonesia di G20 dapat berjalan mulus” kata Muhammad Arif. 

Baca juga: Skuter Listrik Alva Perluas Pasar dengan Masuki Dunia Metaverse

Dia menjelaskan, APJII memiliki peran penting dalam menghadirkan interkonektivitas, mengembangkan mekanisme operasional, teknis dan administratif untuk menjamin distribusi sumber daya internet di Indonesia. 

“Kami di APJII dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan jaringan dan koneksi internet sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi digital dan selalu in-tune dengan tren global serta memperoleh benefit yang maksimal," ungkapnya. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika yang juga Ketua Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20, Mira Tayyiba menambahkan, kerja sama berbagai pihak, seperti WIR Group dan APJII sebagai pelaku industri digital merupakan salah satu bentuk kolaborasi untuk pengembangan ekosistem digital nasional dan mendukung komitmen Pemerintah Republik Indonesia dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif, memberdayakan dan berkelanjutan. 

“Teknologi digital telah menjadi komponen utama dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mempercepat transformasi digital yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan,” ujar Mira Tayyiba. 

International Bussines & Government Relations Director WIR Group Yasha Chatab menjelaskan langkah sinergis WIR Group dan APJII ini dapat memberikan benefit yang maksimal.

“Kerja sama dengan APJII merupakan langkah yang strategis karena dengan hadirnya platform teknologi berbasis Web 3.0 ini akan mendukung upaya kami dalam pengembangan metaverse Indonesia," ujarnya.

Dia optimistis dukungan APJII dalam pengembangan infrastruktur pada platform internet berbasis Web 3.0 selain akan membantu WIR Group dalam menampilkan visualisasi metaverse di ajang Presidensi G20, dan juga akan langsung dirasakan masyarakat dan mempercepat upaya transformasi digital di Indonesia.

Yasha berharap kolaborasi WIR Group dan APJII nantinya mampu menghadirkan solusi digital terbaik bagi semua pemangku kepentingan di tanah air maupun di luar negeri, dan dapat berkontribusi positif dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia yang telah dicanangkan pemerintah, di mana metaverse menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital Indonesia di masa depan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas