Tribun Techno

G20 di Indonesia

Kominfo Berikan Wadah Kolaborasi Solusi Digital Lewat Kegiatan DIN G20 di Bali

Lewat DIN G20, delegasi anggota G20 dan undangan akan mengambil bagian dalam memecahkan masalah inovasi dan teknologi

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kominfo Berikan Wadah Kolaborasi Solusi Digital Lewat Kegiatan DIN G20 di Bali
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Semuel Abrijani Pangerapan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presidensi G20 Indonesia menggelar Digital Innovation Network (DIN) G20 sebagai side event rangkaian pertemuan Digital Economy Working Group (DEWG).

Lewat DIN G20, delegasi anggota G20 dan undangan akan mengambil bagian dalam memecahkan masalah inovasi dan teknologi paling mendesak di dunia setelah pandemi.

Direkur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan forum ini akan memfasilitasi multistakeholder untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan ide berkaitan dengan digitalisasi.

Baca juga: Melalui Digitalisasi, Bos ASDP Sulap Wajah Pelabuhan Penyeberangan Jadi Lebih ‘Beradab’

“Kemeneterian Kominfo mengundang para startup, venture capital, pembuat kebijakan, dan korporasi, yang merupakan pemain kunci yang menciptakan inovasi untuk bersama-sama berbagi etalase ide mereka untuk bisa menjawab tantangan global,” ujarnya dalam Welcoming Reception DIN, di The Westin Hotel, Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (02/09/2022) malam.

Kementerian Kominfo mengharapkan Forum DIN G20 akan dapat menjadi semua pihak berkumpul untuk membangun dunia yang lebih baik dengan solusi digital.

“Jadi, dengan adanya forum ini kami mengajukan tawaran untuk kebangkitan ekonomi digital sebagai salah satu langkah pemulihan pasca-covid-19 dan seterusnya,” tandas Dirjen Semuel.

Secara khusus, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menekankan arti penting mengambil langkah kolaborasi selanjutnya setelah pandemi Covid-19.

Menurutnya, Forum DIN akan menjadi wahana untuk mengingatkan dan mencerahkan mengenai tantangan yang akan dihadapi pascapandemi.

“Berbagai pemangku kepentingan di industri digital akan berbicara tentang berbagai topik. Tidak hanya untuk berbagi pelajaran/pengalaman, tetapi juga untuk mencerahkan kita tentang hal-hal berikutnya yang harus kita persiapkan setelah pandemi,” jelasnya.

Baca juga: Digitalisasi Industri Tambang Beri Nilai Plus untuk Operasional Perusahaan

Dalam DIN G20 yang pertama kali digelar, Kementerian Kominfo menghadirkan lima startup dari negara anggota G20 dan tamu undangan untuk menampilkan inovasi yang telah diterapkan di pasar mereka.

“Saya yakin, hadirnya berbagai pemain kunci inovasi dalam forum ini akan memberikan kita ide dan inovasi baru yang akan mendorong terobosan-terobosan di masa depan,” ungkapnya.

Acara penyambutan delegasi dihadiri Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, Josephine Teo; Menteri Komunikasi dan Teknologi Digital Afrika Selatan, Khumbudzo Phophi Silence Ntshavheni; Sekretaris Jenderal ITU, Houlin Zhao; Sekretaris Eksekutif UNESCAP, Armida Salsiah Alisjahbana; serta Managing Director Google untuk lndonesia Randy Jusuf.

Dalam welcoming reception tampak hadir Direktur Pemberdayaan Informatika Bonie Pudjianto hadir mendampingi Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel A. Pangerapan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas