Tribun Techno

Cegah Penipuan Online, Siberkreasi Edukasi Literasi Digital ke 1.500 Pelajar Kota Medan

Kemampuan masyarakat Indonesia ditingkatkan dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Cegah Penipuan Online, Siberkreasi Edukasi Literasi Digital ke 1.500 Pelajar Kota Medan
istimewa
Ilustrasi literasi digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar program literasi digital yang menyasar para siswa dan guru di Kota Medan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar program literasi digital yang menyasar para siswa dan guru di Kota Medan.

Kegiatan ini diikuti 1.500 peserta dengan format webinar, Rabu 14 September 2022 untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman.

Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pengerapan memaparkan masifnya penggunaan internet di Indonesia yang membawa serta resiko seperti penipuan online, hoax, cyber bullying dan konten-konten negatif lainnya.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Digital dan Nilai Kebangsaan Generasi Muda untuk Bendung Radikalisme

Karenanya, peningkatan penggunaan teknologi ini perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni.

“Saat ini indeks literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5. Yang artinya masih di kategori sedang, belum mencapai kategori baik. Angka ini perlu terus kita tingkatkan dan menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat kita dengan kemampuan literasi digital agar selalu siap mengawal percepatan transformasi digital nasional,” ujarnya yang ditulis Selasa (20/9/2022).

Menkominfo Jhonny G. Plate di kesempatan sama mengatakan, kementeriannya fokus mengedukasi pemahaman tentang dunia digital ke dunia pendidikan dan sudah berjalan sejak 2017.

Dia mengatakan, program ini telah menjangkau lebih dari 12,6 juta masyarakat, dan khusus di tahun 2022 ini akan menyasar 5,5 juta warga masyarakat.

Salah satu pembicara webinar, Sultan Deli ke XIV, Tengku Mahmud Aria Lamantjiji yang membawakan materi Budaya Digital mengatakan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika bisa menjadi landasan dalam menjalankan kecakapan digital.

“Mewujudkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai panduan karakter dalam beraktivitas di ruang digital. Salah satunya yakni mendukung produk dalam negeri dengan cara bangga menggunakan produk dalam negeri, memberi feedback yang positif, turut mempromosikan, dan menjadi pelaku usaha,” ujarnya.

Narasumber lainnya, konten kreator Naadyaps memaparkan, dalam bermedia digital siapa saja perlu memahami aplikasi perangkat keras dan lunak dalam lanskap digital, mampu menggunakan mesin pencari, paham aplikasi, serta tahu dompet digital dan e-commerce.

Baca juga: Tingkatkan Layanan kepada Masyarakat, ASN Dituntut Memiliki Kemampuan Literasi Digital

"Dalam menggunakan perangkat digital kita juga harus tahu cara melindungi perangkat digital kita,” jelasnya.

Pemateri lainnya, budayawan M. Jadul Maula mengatakan, siapa saja diharapkan memproduksi konten budaya di platform digital dengan cara-cara yang positif, memperkenakan budaya masyarakat Indonesia ke dunia luar serta mempromosikan konten positif lainnya.

Dia menekankan, pelajar juga mengemban tanggung jawab untuk memberikan manfaat, dan membahagiakan orang lain.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas