Tribun Techno

Badai PHK

PHK 11 Ribu Karyawan Meta, Mark Zuckerberg Ungkap Alasannya

Menurut postingan di akun resmi Meta aksi PHK terpaksa dilakukan lantaran perusahaan terus mencatatkan penurunan pendapatan sejak kuartal pertama 2022

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in PHK 11 Ribu Karyawan Meta, Mark Zuckerberg Ungkap Alasannya
tangkap layar dari theverge.com
CEO Meta Inc, Mark Zuckerberg. Perusahaan induk Facebook, Meta Platforms Inc, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 13 persen dari total karyawannya atau sekitar 11 ribu pegawai. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA – Perusahaan induk Facebook, Meta Platforms Inc, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal  terhadap 13 persen dari total karyawannya atau sekitar 11 ribu pegawai, pada Rabu (9/11/2022).

PHK massal ini merupakan kali pertama yang dilakukan Meta sejak dibangun pada 18 tahun lalu tepatnya 2014 silam.

Menurut postingan di akun resmi Meta aksi PHK terpaksa dilakukan lantaran perusahaan terus mencatatkan penurunan pendapatan terhitung sejak kuartal pertama 2022.

Baca juga: Meta Mulai Lakukan PHK Karyawan pada Rabu Pagi

“Hal itu adalah beberapa perubahan paling sulit yang kami buat dalam sejarah Meta, Saya ingin bertanggung jawab atas keputusan ini dan bagaimana kami sampai di sini. Saya tahu ini sulit untuk semua orang, dan saya meminta maaf untuk mereka yang terkena dampak,” ungkap CEO Meta Inc, Mark Zuckerberg.

Sambil mengucapkan maaf, Zuckerberg menjelaskan bahwa perusahaannya saat ini tengah mengalami kemunduran setelah sejumlah tekanan muncul mulai dari perubahan kebijakan privasi yang diterapkan oleh Apple, pengetatan anggaran para pengiklan, serta meningkatnya persaingan dari kompetitor baru seperti TikTok.

Hadirnya tekanan ini lantas membuat bisnis penjualan iklan Meta terpukul hingga saham Meta amblas sebanyak 70 persen selama 2022.

Kondisi ini kian diperparah dengan adanya pembengkakan anggaran pada bisnis internet masa depan atau Metaverse yang tengah dikembangkan Meta selama beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Meta Berencana Lakukan PHK Besar-besaran Minggu Ini

Diperkirakan pembengkakan ini akan terus berlanjut hingga 2023 mendatang, hingga tembus mencapai 100 miliar dolar AS.

Khawatir akan kondisi keuangan perusahaan yang kian memprihatinkan membuat Meta terpaksa mengambil langkah pemecatan pada ribuan karyawannya.

Sinyal PHK sebelumnya telah diisyaratkan Zuckerberg pada September lalu, dimana Meta telah memperingatkan karyawan akan adanya rencana pemangkas pengeluaran dan merestrukturisasi tim untuk beradaptasi dengan dinamika pasar.

“Selama 18 tahun pertama perusahaan, pada dasarnya kami tumbuh cepat pada setiap tahun, dan baru-baru ini pendapatan kami datar hingga sedikit turun untuk pertama kalinya. Jadi kami harus menyesuaikan,” jelas Zuckerberg.

Rencananya para karyawan yang terdampak PHK Perusahaan akan mendapatkan gaji pokok selama 16 minggu kedepan, serta biaya layanan tahunan selama dua minggu, tak hanya itu Meta juga turut menanggung biaya perawatan kesehatan untuk karyawan beserta keluarga selama enam bulan.

Baca juga: Hartanya Susut Hingga Rp1.000 Triliun, Mark Zuckerberg Terdepak dari Daftar 10 Orang Kaya di Amerika

Karyawan yang terkena dampak juga akan menerima saham mereka yang ditetapkan pada 15 November.

Selain melakukan aksi PHK massal pada ribuan karyawan, perusahaan mengungkap bahwa pihaknya juga akan memotong pengeluaran diskresioner dan memperpanjang pembekuan perekrutan hingga kuartal pertama 2023, langkah tersebut dilakukan guna mengerem pengeluaran perusahaan hingga akhir tahun 2022.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas