Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Duolingo Turun ke Pacu Jalur: Ketika Maskot Global Menyapa Tradisi Sungai Kuantan

Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, tahun ini menghadirkan kejutan tak biasa. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Duolingo Turun ke Pacu Jalur: Ketika Maskot Global Menyapa Tradisi Sungai Kuantan
HANDOUT
Di tengah riuh sorak penonton dan deru perahu tradisional yang berlomba di Sungai Batang Kuantan, muncul sosok hijau yang tak lazim. Duo, maskot burung hantu dari platform pembelajaran bahasa Duolingo, ikut meramaikan suasana.  

TRIBUNNEWS.COM, KUANSING - Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, tahun ini menghadirkan kejutan tak biasa. 

Di tengah riuh sorak penonton dan deru perahu tradisional yang berlomba di Sungai Batang Kuantan, muncul sosok hijau yang tak lazim: 

Duo, maskot burung hantu dari platform pembelajaran bahasa Duolingo, ikut meramaikan suasana. 

Ia melambaikan tangan, menari, bahkan sempat bercanda mengejar figur viral “farming boy,” menciptakan momen yang cepat menyebar di media sosial.

Kehadiran Duo di Pacu Jalur bukan sekadar hiburan dadakan. 

Ia menjadi simbol pertemuan antara budaya lokal dan fenomena global, di mana tradisi yang telah berakar ratusan tahun bertemu dengan representasi dunia digital yang terus berkembang.

Duolingo, yang dikenal luas di dunia maya karena pendekatan komunikatif dan humorisnya, kerap muncul dalam berbagai narasi budaya pop. 

Baca juga: Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 Tarik Puluhan Ribu Penonton, Perputaran Ekonomi Rp100 Miliar

Rekomendasi Untuk Anda

Dari meme “Dead Duo” hingga parodi “Dua Lipa,” kehadiran maskot ini sering kali menjadi bagian dari percakapan daring yang melampaui batas platform.

Di balik citra maskot yang jenaka, perusahaan ini juga tengah menjalankan ekspansi konten berskala besar. 

Dalam waktu kurang dari setahun, mereka meluncurkan lebih dari seratus kursus bahasa baru, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menjangkau pengguna di berbagai belahan dunia. 

Sistem pembelajaran pun diperbarui, dengan pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis permainan.

Langkah kehadiran di Pacu Jalur tampaknya bukan kebetulan. 

Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menjadi wilayah yang semakin strategis dalam peta pertumbuhan pembelajaran bahasa. 

Dengan jumlah pengguna aktif harian yang terus meningkat, kawasan ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pendekatan belajar yang fleksibel dan berbasis teknologi.

Namun, alih-alih hadir lewat kampanye besar atau iklan mencolok, Duolingo memilih pendekatan yang lebih membumi. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas