Teknologi Pendinginan Data Center 3D Trasar Diperkenalkan di Singapura
Peran data centre semakin penting seiring percepatan perkembangan AI dan juga menjadi kekuatan yang menyokong masa depan digital.
Penulis:
Choirul Arifin
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:Teknologi pendinginan data center dengan memanfaatkan cairan 3D Trasar.Teknologi 3D Trasar bekerja melindungi server dengan memantau indikator kesehatan.Teknologi 3D Trasar didesain untuk memaksimalkan waktu operasi secara real-time.
TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA — Penyelenggaraan ajang Data Center World Asia 2025 di Singapura diramaikan beragam inovasi terbaru seputar data center.
Satu diantaranya adalah teknologi pendinginan data center dengan memanfaatkan cairan yang disebut teknologi 3D Trasar, Direct-to-Chip Liquid Cooling.
Teknologi ini untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Ecolab Inc., di Asia Tenggara dan menjadi terobosan baru dalam sistem pendinginan untuk kebutuhan komputasi berperforma tinggi dan pusat data.
Teknologi 3D Trasar bekerja melindungi server dengan memantau indikator kesehatan pendingin secara real time, mulai dari suhu, kadar pH, hingga laju aliran guna menjaga sistem penting dan mencegah gangguan operasional.
Baca juga: Ketum Terpilih HIMA PERSIS Fokuskan Penguatan Gerakan Berbasis Riset, Teknologi dan Ekonomi Umat
Teknologi ini menggabungkan teknologi dan informasi berbasis data untuk mendorong pertumbuhan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam penting.
Gregory Lukasik, CEO & Senior Vice President of Ecolab Southeast Asia mengatakan, peran data centre semakin penting seiring percepatan perkembangan AI dan juga menjadi kekuatan yang menyokong masa depan digital.
"AI juga membuka peluang pertumbuhan baru bila kita dapat menciptakan sistem yang dapat menggunakan kembali air dan energi secara berkelanjutan dan berskala besar," ujarnya dikutip Selasa, 14 Oktober 2025.
Teknologi 3D Trasar didesain untuk memaksimalkan waktu operasi secara real-time, program manajemen air dan pendinginan air Ecolab dapat mengoptimalkan kinerja Water Use Efficiency (WUE) dan Power Usage Effectiveness (PUE) guna mendukung tujuan operasional secara keberlanjutan.
Untuk diketahui, kawasan Asia Pasifik kini menjadi salah satu hub data center dengan pertumbuhan tercepat di dunia, mencakup lebih dari 40 persen kapasitas global baru.
Permintaan terhadap data center di kawasan ini diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030 yang didorong oleh perkembangan AI, cloud, dan high-performance computing (HPC).
Hal itu juga mengakibatkan konsumsi listrik juga diprediksi melonjak tajam.
Di Singapura, pusat data telah menyumbang sekitar 7 persen dari konsumsi listrik nasional dengan pendinginan mencapai hingga 40 persen dari total penggunaan.
Pasar diproyeksikan tumbuh dari 4,16 miliar dolar AS di 2024 menjadi 5,59 miliar dolar AS di 2030, pengelolaan risiko operasional dan peningkatan efisiensi menjadi semakin krusial.