OpenAI Kenalkan ChatGPT Atlas, Browser Cerdas Berbasis AI
Dengan izin pengguna, ChatGPT di Atlas juga dapat memanfaatkan riwayat penelusuran web untuk memberikan jawaban dan saran yang lebih relevan
Penulis:
Eko Sutriyanto
Namun, menurut OpenAI, ada beberapa fitur yang membedakan peramban ini.
Salah satunya adalah bilah samping ChatGPT, yang dapat diaktifkan pengguna dengan mengeklik tombol "Tanya ChatGPT" di pojok kanan atas peramban.
"Pada dasarnya, Anda mengundang ChatGPT ke sudut internet Anda," kata Ryan O'Rouke, kepala desainer Atlas, dalam video OpenAI yang memperkenalkan peramban tersebut.
Baca juga: Orang Tua di AS Gugat OpenAI usai Anaknya Akhiri Hidup Imbas Diyakinkan oleh Chat GPT
Teknologi ini berfungsi seperti ChatGPT, tetapi memperhitungkan halaman web yang sedang dibuka.
Dalam praktiknya, pengguna dapat mengajukan pertanyaan tentang konten apa pun yang sedang mereka lihat.
Pengguna juga dapat menggunakan fungsi ChatGPT saat menulis email.
Dalam demo, O'Rouke menunjukkan cara ia menggunakannya untuk meminta perubahan pada email.
Upaya Perluas Basis Pengguna
Peluncuran Atlas menandai upaya OpenAI memperluas basis penggunanya di luar sekitar 800 juta orang yang sudah menggunakan ChatGPT setiap minggu.
Langkah ini juga memperkuat hubungan langsung dengan pengguna yang selama ini banyak mengakses ChatGPT melalui peramban milik Google dan Microsoft.
Peluncuran Atlas terjadi hanya beberapa bulan setelah OpenAI menyatakan minat untuk mengakuisisi Chrome jika pengadilan AS mewajibkan Google menjualnya dalam kasus dugaan monopoli.
Namun, pada September lalu, pengadilan federal memutuskan bahwa Google tidak diwajibkan menjual Chrome, dengan alasan munculnya kompetisi dari teknologi AI generatif dan chatbot seperti ChatGPT sudah cukup menantang posisi dominannya di pasar.
Sejak merilis ChatGPT pada akhir 2022, OpenAI terus mengguncang industri teknologi dan kini menghadapi persaingan ketat dari Google dan Anthropic.
Sementara itu, Google juga telah mengintegrasikan asisten AI Gemini ke dalam Chrome untuk pengguna di Amerika Serikat dan berencana memperluasnya ke aplikasi Chrome di iOS. (Financial Times/cbsnews)