Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Didukung Kadin dan Apindo, Indonesia dan Hungaria Selenggarakan Hunindotech 6.0

Pada sesi panel pertama, pembahasan difokuskan pada Proyek Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis teknologi GNSS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Didukung Kadin dan Apindo, Indonesia dan Hungaria Selenggarakan Hunindotech 6.0
Istimewa
MEMBANGUN DIGITAL TRUST - Dari kiri ke kanan: Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Lilla Karsay, CEO i4P Informatics Zsolt Rózsahegyi, CEO PT Tata Sarana Makmur (TSM) Tommy Singgih dan Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie di penyelenggaraan Hunindotech 6.0 di Jakarta, Senin 20 Oktober 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Kedubes Hungaria di Jakarta bersama Kadin Indonesia dan Apindo menyelenggarakan Hunindotech 6.0 di Jakarta.
  • Hunindotech 6.0 memperkuat kolaborasi di bidang teknologi, inovasi dan ekonomi digital antara Indonesia dan Hungaria.
  • Di forum ini disepakati pengembangan infrastruktur kepercayaan digital yang aman dan sesuai dengan kebutuhan lokal Indonesia.
 
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kedutaan Besar Hungaria di Jakarta bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan didukung oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyelenggarakan Hunindotech 6.0 di Jakarta, Senin. 20 Oktober 2025.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah dialog bagi pemerintah, dunia usaha dan akademisi untuk membangun ekosistem digital yang aman dan terpercaya serta memperkuat kerja sama di bidang inovasi, keamanan siber dan teknologi terpercaya.

Forum ini juga diharapkan bisa menjadi pondasi untuk membangun kepercayaan digital atau digital trust di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat dan dunia usaha terhadap teknologi digital.

Baca juga: Mahasiswa RI-Asia Tenggara Bakal Mengasah Kemampuan jadi Calon Investor di Ajang Startup Wars 2025

Hunindotech 6.0 didibuka oleh Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Lilla Karsay, dengan sambutan dari Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Asisten Deputi Pengembangan Investasi Kemenko Perekonomian Ichsan Zulkarnaen, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Ekonomi BSSN Drs. Slamet Aji Pamungkas, serta Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie dan Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani. 

Salah satu kerja sama yang disepakati di forum ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara PT Tata Sarana Makmur (TSM) dan i4P Informatics asal Hungaria

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua pihak sepakat mengembangkan infrastruktur kepercayaan digital yang aman dan sesuai dengan kebutuhan lokal Indonesia, termasuk penerapan teknologi kriptografi seperti Hardware Security Module (HSM) yang berperan penting dalam melindungi data dan menjaga integritas sistem digital.

CEO TSM, Tommy Singgih, menilai kolaborasi ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat fondasi keamanan dalam setiap inovasi digital di Indonesia.

“Keamanan bukan lagi sekadar fitur tambahan, tapi menjadi dasar dari kepercayaan publik terhadap layanan digital. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan teknologi keamanan global yang bisa diadaptasi sesuai kebutuhan dan regulasi nasional,” ujarnya dikutip Rabu, 22 Oktober 2025.

Forum ini juga menghadirkan berbagai sesi diskusi yang mempertemukan pejabat pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dari kedua negara.

Topik yang dibahas mencakup tata kelola data, privasi, keamanan siber, pendidikan tinggi, serta pengembangan talenta digital dimana seluruhnya berfokus pada penguatan kepercayaan di era transformasi digital.

Pada sesi panel pertama, pembahasan difokuskan pada Proyek Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis teknologi GNSS.

Presiden Direktur PT Roatex Indonesia Toll System, Attila Keszeg, memaparkan kesiapan proyek yang kembali ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025, serta komitmen perusahaan untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam penerapan teknologi secara adaptif dan inklusif.

Dalam sesi Focus Group Discussion bertema “Building Digital Trust Through Secure Infrastructure”, Reza Achmad Maulana, Konsul Kehormatan Hungaria di Bandung, menekankan pentingnya kolaborasi yang seimbang antara keamanan dan inovasi.

“Kepercayaan digital adalah modal utama ekonomi modern. Tantangannya adalah memperkuat perlindungan data dan privasi tanpa membatasi kreativitas maupun pertumbuhan ekonomi digital. Kolaborasi seperti ini membantu menemukan titik temu antara keamanan dan kemajuan,” ujarnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas