Dorong Adopsi Teknologi, Atome Modernisasi Proses Kerja Petani Kakao di Daerah 3T
Dukungan Atome percepat adopsi teknologi dan literasi keuangan bagi petani kakao Lombok Utara melalui alat modern dan edukasi digital.
Editor:
Andra Kusuma
Ringkasan Berita:
- Atome salurkan alat pertanian modern dan literasi digital untuk petani kakao Lombok Utara.
- Program CSR ini sejalan arahan OJK untuk percepat inklusi keuangan berbasis teknologi di wilayah 3T.
- Pelatihan digital bantu petani manfaatkan layanan keuangan dengan aman dan tingkatkan produktivitas.
TRIBUNNEWS.COM - Atome, merupakan layanan pembayaran digital berbasis aplikasi yang memudahkan pengguna untuk belanja sekarang, bayar nanti dengan skema yang praktis dan fleksibel.
Sebagai layanan resmi yang terdaftar serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Atome menghadirkan rasa aman dalam setiap transaksi.
Platform ini menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari cicilan tanpa bunga, tanpa uang muka, hingga opsi pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan pengguna melalui tenor 1–12 bulan.
Kemudahan transaksi semakin lengkap dengan dukungan pembayaran digital via QR code, yang dapat digunakan di berbagai merchant partner.
Tak hanya berfokus pada kemudahan pembayaran, Atome juga terus memperkuat komitmennya pada program sosial dan keberlanjutan lingkungan melalui berbagai inisiatif perusahaan.
Baca juga: Atome: Memadukan Kemudahan Belanja dan Komitmen terhadap Keberlanjutan Lingkungan
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Atome menghadirkan solusi berbasis teknologi serta literasi keuangan digital bagi Kelompok Tani Tamara, komunitas petani kakao di Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.
Sebagai wilayah berstatus 3T berdasarkan Perpres No. 63 Tahun 2020, Lombok Utara memiliki potensi pertanian besar, namun masih terbatas dalam akses sarana modern dan pemahaman digital.
Inisiatif Atome ini juga sejalan dengan arahan OJK yang mendorong industri jasa keuangan untuk mempercepat inklusi dan literasi keuangan berbasis teknologi bagi UMKM di wilayah tertinggal.
Untuk menjawab kebutuhan di lapangan, Atome menyalurkan peralatan pertanian modern seperti mesin pemotong rumput, gergaji mesin, hingga motor roda tiga multifungsi. Selama ini proses perawatan tanaman hingga distribusi hasil panen masih dilakukan secara manual.
Hadirnya peralatan ini, petani dapat mulai beralih ke proses kerja yang lebih efisien, produktif, dan mendukung modernisasi pertanian.
Selain dukungan alat, Atome juga menggelar sesi literasi digital bertema “Kenali Paylater dengan Cerdas: Manfaatkan Fitur dan Hindari Risiko Penipuan.”
Pelatihan ini membantu para petani memahami cara memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan produktif, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital yang kerap menyasar masyarakat pedesaan.
Baca juga: Pendapatan Tahunan Atome Financial Tumbuh 45 Persen di 2024
Meri Ui, Direktur Utama PT Atome Finance Indonesia dalam rilisnya, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari strategi besar Atome dalam mendorong penggunaan teknologi keuangan yang inklusif.
“Kami ingin memberdayakan UMKM melalui pendekatan yang komprehensif. Tidak hanya memberikan alat yang meningkatkan produktivitas, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan digital agar para petani dapat membuat keputusan finansial yang aman dan tepat,” ujarnya.
Inisiatif CSR bertajuk Tumbuh Bersama Atome ini menegaskan kontribusi Atome dalam memperluas dampak positif teknologi keuangan di Indonesia, khususnya bagi komunitas di wilayah 3T.
Program ini diharapkan dapat mempercepat adopsi digital serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan untuk masyarakat lokal. (*)
Baca tanpa iklan