Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Era Baru AI Diproyeksikan Mulai pada 2026

2026 akan menjadi awal era Physical Intelligence atau Physical AI, yakni model AI yang dapat belajar langsung dari fenomena fisik.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Era Baru AI Diproyeksikan Mulai pada 2026
(Ho/Campus League)
KERCERDASAN BUATAN - Kecerdasan buatan diperkirakan memasuki babak baru pada 2026. VP of Edge AI and Robotics Analog Devices (ADI), Paul Golding memprediksi, AI tidak lagi hanya bekerja di dunia digital, tetapi mulai beroperasi langsung di dunia fisik dan mengubah cara industri mengembangkan robotika, perangkat konsumen, hingga sistem produksi otonom. 

Agentic AI dan Digital Twin Mulai Digunakan Luas

Golding juga menyoroti kemunculan agentic AI, yaitu sistem AI yang tidak hanya memprediksi, tetapi juga mampu mengambil tindakan secara mandiri.

Teknologi ini didukung oleh simulasi berbasis fisika dan digital twin yang diperkirakan mulai digunakan secara luas pada 2026.

Dalam praktik industri, AI dapat mendeteksi potensi kerusakan mesin, menyesuaikan beban produksi, hingga mengatur inventori secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Selain itu, ADI memprediksi hadirnya micro-intelligence, yakni model AI berukuran kecil yang fokus pada domain tertentu dan dirancang efisien untuk perangkat edge.

AI Terdesentralisasi dan Bangkitnya Komputasi Analog

Dari sisi arsitektur komputasi, VP of Emergent AI ADI, Massimiliano Versace, menyebut AI terdesentralisasi akan mulai diterapkan pada robot humanoid generasi baru menjelang akhir 2026.

Rekomendasi Untuk Anda

Integrasi sensor cerdas, neuromorphic compute, dan in-memory compute langsung di sensor membuat sistem robot lebih menyerupai mekanisme biologis.

Refleks dan keseimbangan ditangani secara lokal, sehingga pergerakan robot menjadi lebih halus, adaptif, dan hemat energi.

Versace juga menyoroti kebangkitan komputasi AI analog yang memanfaatkan fisika perangkat sensing untuk melakukan komputasi secara langsung, sehingga mampu menekan konsumsi energi, latensi, dan kebutuhan memori.

Teknologi ini diperkirakan mulai diterapkan pada robotika, wearable, dan sistem otonom pada akhir 2026, dengan respons real-time dan daya tahan baterai yang lebih lama.

Pandangan para pemimpin teknologi ADI menunjukkan pergeseran besar menuju AI yang lebih cerdas, efisien, dan menyatu dengan dunia fisik.

Memasuki 2026, AI diproyeksikan akan terasa semakin natural, responsif, dan relevan dengan kebutuhan nyata industri maupun konsumen.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas