Ruang Digital Jadi Rumah Kedua Remaja, Komdigi Tingkatkan Proteksi Melalui PP Tunas
Remaja saat ini bukan sekadar pengguna digital, melainkan kekuatan baru yang menggerakkan inovasi Indonesia.
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Perlindungan remaja di ruang digital menjadi urgensi bersama.
- Komdigi dorong implementasi PP TUNAS melalui kolaborasi lintas pihak.
- Literasi digital memperkuat peran orang tua dalam mendampingi remaja.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Remaja saat ini bukan sekadar pengguna digital, melainkan kekuatan baru yang menggerakkan inovasi Indonesia.
Dengan kemampuan digital yang kian matang, teknologi menjadi ruang bagi mereka untuk menciptakan potensi baru.
Menyadari saat ini arus informasi sangat masif, paparan berlebih dapat menempatkan remaja pada ancaman serius, dari terganggunya perkembangan kognitif hingga goyahnya keseimbangan perilaku, tepat di saat mereka berada pada fase paling rentan dalam pembentukan identitas diri.
Karena itu peran orang tua tidak sekadar hadir tetapi benar-benar memastikan ruang digital remajanya berjalan aman, sehat, dan bertanggung jawab.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mendorong implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas.
Melalui rangkaian kampanye ini, Komdigi bersinergi dengan TikTok Indonesia kembali melanjutkan rangkaian kegiatan melalui gelaran di kota kedua, yakni Bandung.
Pada audiensi bersama dengan PSE dan akselerator (12/12/2025), Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengimbau kerja sama kolektif lintas pihak sebagai upaya bersama dalam mendorong perlindungan remaja di ruang digital.
“Rasa ingin tahu remaja sangat tinggi, dan ruang digital bisa menjadi tempat tumbuh yang positif bila risiko dan peluangnya dikelola dengan bijak. Karena itu, orang tua dan pendidik harus ikut bertransformasi mengikuti dinamisnya perkembangan teknologi. Melalui literasi digital, kita dapat mendampingi remaja agar memanfaatkan platform digital untuk bereksplorasi, berkarya, dan berkembang," ujar Nezar.
Dengan antusiasme tinggi, lebih dari 200 peserta yang terdiri dari orang tua, pendidik, dan masyarakat umum hadir terlibat aktif dalam program "#SALINGJAGATUNASBANGSA: Orang Tua Melek Digital, Remaja Aman Berkembang” pada Jumat (19/12/2025).
Menghadirkan psikolog dan kreator parenting, para orang tua diajak tidak lagi pasif tetapi aktif mendorong remaja menggunakan platform digital secara optimal untuk mendukung pengembangan keterampilan serta ekspresi diri, karena generasi muda berperan besar terhadap masa depan Indonesia.
Sementara itu, mendorong pemerataan implementasi PP TUNAS di seluruh Indonesia, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan turut hadir dan membuka kegiatan ini untuk mendukung dan mengapresiasi langkah Komdigi yang membawa program edukasi PP Tunas ini langsung ke Kota Bandung.
Sebagai bagian dari dukungan industri digital, Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, turut menegaskan keamanan pengguna di TikTok adalah prioritas utama, terutama remaja.
Melalui fitur keamanan, edukasi literasi digital kepada remaja dan orang tua, dan kerja sama dengan para ahli serta pemangku kepentingan serta berupaya menghadirkan pengalaman digital yang positif bagi remaja.
"Kami apresiasi langkah sinergi Komdigi dalam #SalingJagaTunasBangsa demi menciptakan ekosistem digital yang aman dan positif bagi generasi emas Indonesia," kata Hilmi.
Melalui kolaborasi strategis ini, Lampu.id menggandeng 22 komunitas di Jawa Barat sebagai mitra penggerak untuk memperluas amplifikasi pesan PP Tunas.