Andalan Xiaomi di Pasar Mid-Range, Redmi Note Series Sudah Terjual 460 Juta Unit di Seluruh Dunia
Lini Redmi Note Series resmi menembus angka 460 juta unit pengiriman global hingga Desember 2025
Editor:
Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Perjalanan panjang Xiaomi di pasar smartphone kembali mencatat tonggak penting.
Lini Redmi Note Series resmi menembus angka 460 juta unit pengiriman global hingga Desember 2025, menjadikannya salah satu seri paling berpengaruh di segmen menengah.
Xiaomi, yang kini menempati posisi produsen smartphone terbesar ketiga dunia dengan pangsa pasar 14 persen (Omdia, Q3 2025), tak lagi sekadar dikenal sebagai pembuat ponsel.
Perusahaan asal Tiongkok ini telah berevolusi menjadi raksasa teknologi dengan ekosistem “Human × Car × Home” yang mencakup smartphone, kendaraan listrik, hingga perangkat rumah pintar.
Dari Singapura ke 100 Negara
Redmi Note pertama kali meluncur di Singapura pada 2014 dan langsung mencetak rekor penjualan 5.000 unit dalam waktu kurang dari satu menit.
Tak lama berselang, pasar India pun menunjukkan antusiasme luar biasa dengan stok awal yang ludes hanya dalam 8 detik.
Sejak itu, ekspansi global berlangsung cepat.
Pada 2017, Redmi Note 4 membuka jalan masuk Xiaomi ke Amerika Latin melalui Meksiko, lalu merambah Eropa lewat Spanyol.
Kini, seri ini hadir di lebih dari 100 negara dengan jaringan distribusi yang luas, mulai dari toko resmi hingga e-commerce dan operator telekomunikasi.
Membawa Fitur "Mewah" ke Dompet Menengah
Mengapa Redmi Note begitu dominan? Jawabannya ada pada filosofi "Innovation for Everyone".
Xiaomi konsisten "mencuri" teknologi dari ponsel mahal untuk dihadirkan di seri ini.
- Fotografi: Melalui Redmi Note 12 Pro+ 5G, mereka membawa kamera 200MP dan OIS ke kelas menengah.
- Ketahanan: Dari penggunaan Gorilla Glass 5 di Redmi Note 7, hingga standar IP68 (tahan air dan debu) yang kini menjadi fitur wajib di model terbaru.
- Kecepatan: Teknologi pengisian daya 120W HyperCharge yang membuat pengisian baterai bukan lagi ritual yang memakan waktu lama.
Pencapaian Redmi Note tak lepas dari investasi besar Xiaomi di bidang riset dan pengembangan.
Sepanjang tiga kuartal pertama 2025, perusahaan menggelontorkan RMB 23,5 miliar (sekitar Rp51 triliun) untuk R&D, dengan target naik menjadi RMB 40 miliar pada 2026.
Xiaomi kini mengoperasikan lebih dari 730 laboratorium di 11 kota dunia, ditopang oleh pabrik pintar di Beijing dan Wuhan.
Efisiensi manufaktur memungkinkan satu unit smartphone keluar dari lini produksi setiap enam detik, memperlihatkan skala produksi yang masif.
Baca juga: Redmi 15 Resmi Meluncur di Indonesia: Baterai 7.000 mAh, Layar 144Hz, dan Harga Mulai Rp2 Jutaan
Baca tanpa iklan