Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Techno
LIVE ●

Satelit Nusantara Lima Capai Orbit Geostasioner, Dukung Pemerataan Internet Dalam Negeri

Satelit N5 diharapkan mampu berperan besar dalam pemerataan akses internet di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ada di daerah terpencil dan terluar.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Satelit Nusantara Lima Capai Orbit Geostasioner, Dukung Pemerataan Internet Dalam Negeri
HO/IST/HO/IST
AKSES INTERNET - Satelit Nusantara Lima (SNL/ Satelit N5) saat diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX pada 12 September 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Satelit Nusantara Lima (SNL) resmi mencapai orbit geostasioner di 113° BT dan siap memasuki fase testing hingga April 2026.
  • SNL menggunakan teknologi VHTS dengan kapasitas >160 Gbps dan 101 spot beam Ka-band, menjangkau seluruh Indonesia serta ASEAN.
  • Satelit ini diharapkan memperluas akses internet terjangkau, mendukung transformasi digital nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia kembali mencatatkan langkah penting dalam penguatan infrastruktur antariksa dan konektivitas digital nasional. Satelit Nusantara Lima (SNL) atau Satelit N5 resmi dinyatakan telah tiba di orbit geostasioner 113° Bujur Timur, tepat di atas Pulau Kalimantan, pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan bumi, Kamis (29/1/2026).

Keberhasilan ini menandai rampungnya seluruh tahapan Electric Orbit Raising (EOR), yakni fase perjalanan satelit menuju orbit tujuan dengan sistem propulsi listrik sejak diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX pada 12 September 2025 lalu.

Baca juga: Modernisasi Sistem Komunikasi, Kapal PELNI Kini Dibekali Teknologi Satelit LEO Berkecepatan Tinggi

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, mengatakan keberhasilan Satelit Nusantara Lima mencapai orbit target merupakan pencapaian strategis dalam memperkuat infrastruktur satelit nasional sekaligus mendukung upaya mewujudkan kedaulatan antariksa Indonesia.

Menurut Adi, Satelit N5 diharapkan mampu berperan besar dalam pemerataan akses internet di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan terluar. Akses konektivitas yang semakin merata dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian, kualitas layanan publik, sektor kesehatan, lingkungan, hingga pertahanan dan keamanan nasional.

“Kami bersyukur Satelit Nusantara Lima telah berhasil tiba di orbit 113° Bujur Timur sesuai dengan rencana. Keberhasilan proses EOR ini menegaskan kesiapan teknologi satelit untuk memasuki tahapan berikutnya. SNL merupakan bagian dari komitmen PSN dalam menghadirkan konektivitas berkapasitas besar dan andal untuk Indonesia,” ujar Adi.

Rekomendasi Untuk Anda

Satelit Nusantara Lima merupakan satelit berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan total kapasitas lebih dari 160 Gbps. Satelit ini menggunakan platform Boeing 702MP dan dilengkapi 101 spot beam Ka-band yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Dengan teknologi tersebut, Satelit N5 disebut sebagai salah satu VHTS paling maju di dunia, dengan kapasitas dan performa yang lebih kuat dibandingkan satelit lain di kawasan Asia. Terminal satelit (VSAT) N5 juga dirancang dengan teknologi mutakhir untuk mendukung layanan broadband berkecepatan tinggi.

Tak hanya melayani Indonesia, kapasitas bandwidth Satelit Nusantara Lima juga memungkinkan PSN menyediakan layanan broadband ke sejumlah negara ASEAN, seperti Malaysia dan Filipina.

Satelit ini dirancang memiliki usia operasional lebih dari 15 tahun dan mengusung teknologi digital payload yang memungkinkan pengelolaan lalu lintas data secara lebih fleksibel dan efisien. Dengan beroperasinya Satelit N5 nantinya, Indonesia akan memiliki total kapasitas satelit hingga lebih dari 400 Gbps, yang disebut sebagai terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Baca juga: Usai 3 Kali Ditunda, Satelit Nusantara Lima Berhasil Diluncurkan ke Angkasa

Project Director SNL sekaligus Direktur Teknologi PSN, Satrio Adiwicaksono, menjelaskan bahwa setelah tiba di orbit, Satelit Nusantara Lima akan segera memasuki fase pengujian (testing).

“Tahapan ini bertujuan untuk memverifikasi kesehatan dan performa satelit pascapeluncuran, termasuk integrasi dengan jaringan ruas atau stasiun bumi. Proses ini diperkirakan berlangsung sekitar 90 hari sebelum memasuki tahapan spacecraft handover, yaitu serah terima operasional satelit dari Boeing kepada SNL,” jelas Satrio.

Untuk mendukung operasional Satelit N5, PSN telah menyiapkan tujuh stasiun bumi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yakni di Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan. Seluruh infrastruktur ini berperan penting dalam memastikan layanan satelit dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Adi menambahkan, Satelit Nusantara Lima ditargetkan beroperasi penuh pada April 2026 dan diharapkan dapat memperkuat ekosistem konektivitas nasional, khususnya dalam mendukung kebutuhan komunikasi data berkapasitas besar serta percepatan transformasi digital di kawasan Asia Tenggara.

Ekonomi Digital

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas