Pengembangan AI Harus Diimbangi dengan Keamanan Data
Di tengah perkembangan tersebut, isu batas tanggung jawab hukum, etika, serta arah pengaturan AI menjadi perhatian penting
Penulis:
Erik S
Editor:
Eko Sutriyanto
Dari sisi penggunaan, Aditya juga menyoroti potensi penyalahgunaan AI, seperti manipulasi suara dan visual, yang menuntut kepatuhan hukum dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Konferensi ini juga menghadirkan perspektif internasional melalui sambutan Sander Happaerts, Digital Counsellor Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, yang menegaskan pentingnya tata kelola AI yang bertanggung jawab dan pelindungan privasi sebagai fondasi kepercayaan publik dalam transformasi digital.
Baca juga: Teknologi AI Mengubah Rantai Nilai di Industri Telekomunikasi
Menutup konferensi lewat closing speech, Himawan Bayu Aji, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, juga turut menyoroti bahwa perkembangan AI meningkatkan kompleksitas kejahatan siber.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut penguatan kesadaran hukum serta penegakan hukum untuk menjaga keamanan ruang digital.
Forum WPDC diharapkan dapat menjadi titik permulaan penting dalam merumuskan arah pengembangan AI di Indonesia, termasuk dalam mendorong pembentukan regulasi AI serta tata kelola pelindungan data pribadi yang sejalan dengan UU PDP.
Diskursus lintas sektor dalam konferensi ini menegaskan bahwa inovasi AI ke depan perlu dibangun di atas kepastian hukum, tanggung jawab etis, dan perlindungan hak privasi.
Baca tanpa iklan