Samsung Galaxy Z TriFold Ludes Terjual dalam Hitungan Menit Meski Dibanderol Rp 40 Jutaan
Samsung Galaxy Z TriFold seharga Rp 40 jutaan ludes terjual dalam menit di AS meski tanpa trade-in.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Samsung kembali mencuri perhatian dunia teknologi lewat peluncuran ponsel terbarunya, Galaxy Z TriFold.
Meski dibanderol dengan harga yang sangat tinggi, perangkat ini justru langsung ludes terjual dalam hitungan menit setelah resmi dijual di Amerika Serikat.
Menurut laporan dari Phone Arena, Galaxy Z TriFold dijual dengan harga USD 2.900.
Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs kisaran Rp 15.800 per dolar AS, harganya setara sekitar Rp 45,8 juta.
Angka ini menjadikannya salah satu ponsel termahal yang pernah dijual Samsung secara resmi ke konsumen.
Penjualan Perdana yang Mengejutkan
Samsung membuka penjualan Galaxy Z TriFold melalui situs resminya di Amerika Serikat.
Namun, tidak butuh waktu lama hingga status perangkat berubah menjadi “out of stock” di hampir semua pilihan.
Hal yang menarik, Samsung:
- Tidak mengumumkan jumlah unit yang tersedia
- Tidak membuka skema pre-order panjang
- Tidak menyediakan program tukar tambah (trade-in)
Baca juga: Samsung Galaxy S26 Tak Lagi 128 GB, Ini Bocoran Kapasitas dan Warnanya
Meski begitu, minat konsumen tetap tinggi.
Banyak pembeli rela mengeluarkan hampir USD 3.000 untuk sebuah perangkat yang menggabungkan fungsi ponsel dan tablet dalam satu layar lipat tiga.
Mengapa Galaxy Z TriFold Penting?
Keberhasilan penjualan Galaxy Z TriFold dinilai sebagai langkah besar bagi Samsung.
Selama beberapa tahun terakhir, desain ponsel lipat cenderung stagnan dan hanya mengalami peningkatan kecil.
- Menghadirkan desain layar yang bisa dilipat dua kali
- Menawarkan ukuran layar besar saat dibuka penuh
- Mendorong batas baru dalam desain ponsel lipat
Menurut Phone Arena, langkah ini menunjukkan bahwa pasar masih antusias terhadap inovasi, meski harganya tergolong ekstrem.
Tanpa Trade-In, Tetap Laku
Salah satu fakta yang cukup mengejutkan adalah tidak adanya program trade-in.
Baca tanpa iklan