Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Techno
LIVE ●

Ramadan Makin Dekat, Saatnya Mengatur Lingkungan Digital Lewat Platform Muslim

Lingkungan digital sangat memengaruhi iman. Menjelang Ramadan, Muslim diajak mengelola linimasa dan memilih platform yang menguatkan ibadah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Andra Kusuma
zoom-in Ramadan Makin Dekat, Saatnya Mengatur Lingkungan Digital Lewat Platform Muslim
ucf.edu
Iman dibentuk perlahan oleh lingkungan, termasuk media sosial. Menata lingkungan digital jadi langkah penting agar ibadah Ramadan lebih khusyuk. 

Audit dengan Jujur

Tanyakan pada diri sendiri tentang setiap orang di lingkaran terdekat: “Setelah berinteraksi dengannya, ibadahku jadi lebih mudah atau lebih sulit?”

Jangan Rombak Sekaligus

Sering kali cukup mengganti 20–30 persen interaksi: ganti satu lingkaran pertemanan yang “kosong” dengan satu yang bermanfaat.

Tambahkan Titik Tumpu

Bisa berupa masjid, kajian rutin, proyek sosial, atau halaqah Al-Qur’an – apa pun yang rutin dan membuatmu berada di tengah orang-orang beriman.

Detoks Digital

Rekomendasi Untuk Anda

Unfollow hal yang memicu iri, amarah, atau syahwat. Cari pengganti: akun dan komunitas yang mengingatkan pada akhirat.

Buat “Aturan Kecil”

Misalnya: Baca Al-Qur’an 10 menit sebelum menyentuh ponsel di pagi hari; atau agendakan bertemu teman shaleh seminggu sekali.

Temukan Teman Sejalan. Bagi sebagian orang, lebih mudah memulai dari lingkungan online – mencari sesama Muslim di platform seperti Salam.life – untuk menguatkan fondasi batin sebelum pelan-pelan membenahi kehidupan offline.

Lingkungan bukan sekadar latar belakang. Ia adalah tangan tak terlihat yang setiap hari “menyetel ulang” imanmu sedikit demi sedikit. Kamu punya hak serta kemampuan untuk mengelolanya.

Mulailah dari hal kecil hari ini: kurangi yang melemahkan, tambahkan yang menguatkan.

Lingkungan yang baik mungkin tidak membuatmu langsung sempurna, tetapi ia akan membuatmu lebih kokoh (istiqomah).

Dan kekokohan itulah kunci menuju iman yang kuat. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas